Berita Utama
Rabu, 1 Maret 2006, 14:28:31 WIB
Sekilas Profil Negara Myanmar
Nama Resmi : The Union of MyanmarIbukot : Yangon
Luas Wilayah : 676.578 km2
Iklim : Musim panas dan musim dingin
Penduduk : 50 juta jiwa
Bentuk Negara : Negara Kesatuan
Kepala Negara / Pemerintahan : Jendral Senior Than Shwe
Agama : Budha mayoritas
Bahasa : Bahasa Myanmar
Mata Uang : Kyat ( ks)
Ekonomi : Ekspor Utama : beras, hasil pertanian, kayu, hasil laut, mineral dan batuan, Industri utama : agrobisnis, kehutanan, makanan, dan pertambangan.
Wilayah dan Penduduk :
Terletak di Asia Tenggara, Myanmar berbatasan dengan Thailand dan Laos di bagian Timur, RRC di bagian Utara serta Bangladesh, India dan Teluk Benggala di sebe;ah Barat.Wilayah Myanmar terdiri dari 7 state ( berdasarkan etnik grup mayoritas ) dan 7 division ( berdasarkan heterogenitas ) yang terbagi atas berbagai township yang kemudian terbagi lagi atas ward atau village. Penduduk Myanmar termasuk sejumlah besar warga China nya, berasal dari suku Mongoloid. Selebihnya merupakan imigran India, Pakistan dan sejumlah kecil orang Eropa.
Yangon, ibukota Myanmar selain menjadi pusat pemerintahan, merupakan pelabuhan utama negeri ini.Juga pusat perdagangan danindustri serta induk jaringan transportasi dan komunikasi negara. Sejak tahun 2005, ibukota Myanmar direncanakan akan dipindahkan ke Pyinmana karena dianggap lebih strategis berada di tengah - tengah Myanmar. Yangon terkenal dengan monumen pagoda Shwe Dagon yang berlapis emas dengan ketinggian mencapai 112 m.
Sejarah singkat
Di Awal ke 18, Myanmar menjadi bagian dari wilayah jajahan Inggris ( Indian Empire ). Merdeka di tahun 1948, Myanmar mengalami instabilitas politik karena perpecahan dalam partai yang berkuasa ( AFPL ). Myanmar menganut politik multi partai dan mengakui adanya 10 partai. Pemerintahan SPDC ( State Peace and Development / Dewan Ketentraman dan Pembangunan Negara ) masih merupakan pemerintahan sementara menunggu terbentuknya konstitusi baru.
Hubungan Bilateral Indonesia - Myanmar
Hubungan bilateral Indonesia - Myanmar telah dibina sejak tahun 1945, ditandai dengan sikap saling mendukung dalam pencalonan di berbagai organisasi internasional. Selain itu dengan berpegang pada prinsip non - intervensi Indonesia juga terus mendukung proses rekonsiliasi nasional dan langkah menuju demokrasi, antara lain menyangkut penahanan Aung San Suu Kyi.
Di bidang ekonomi, perkembangan kedua negara ditandai dengan penandatanganan berbagai perjanjian kerjasama yang menguntungkan kedia belah pihak mengingat Myanmat memiliki potensi sumber daya alam dan penduduk yang besar, lokasi yang strategis. Hal ini membuka peluang bisnis yang besar di berbagai sektpor usaha dan industri. ( nnf )



