Berita Utama
Jumat, 3 Maret 2006, 07:10:11 WIB
Presiden : RI Dukung Myanmar Selesaikan Masalah Dalam Negerinya
Yangon, Myanmar : Setelah pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang bermukim di Myanmar, dan dilanjutkan dengan santap siang di KBRI, Presiden mengadakan konferensi pers dengan wartawan dari media – media tanah air yang mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono ke tiga negara: Brunei Darussalam, Kamboja, dan Myanmar.Pada kesempatan itu Presiden menyampaikan kepada wartawan kegiatan dan hasil kunjungan kenegaraan ke Myanmar ini. Presiden memaparkan bahwa pertemuan dengan pemimpin Myanmar Jendral Than Swe membicarakan kelanjutan kerjasama antara Myanmar dan Indonesia.
“Kita secara spesifik menyebut tiga agenda kerjasama yang mesti kita kembangkan, yaitu investasi, perdagangan dan kerjasama di bidang energi. Kita juga sepakat untuk membahas lebih detail ketiga agenda kerjasama itu pada pertemuan komisi bersama yang pertama, Joint Comission Meeting yang akan dilaksanakan tahun ini dan Indonesia akan segera mengajukan usulan agar Joint Comission Meeting ini bisa dilakukan bulan april di Indonesia. Mengapa April, karena ini baru pertama kali, perlu waktu 2-3 bulan untuk persiapan, mudah - mudahan bisa menghasilkan sesuatu yang positif, “ kata Presiden.
Kemudian hal lain yang menjadi agenda pembicaraan dengan pemerintah Myanmar adalah mengenai perkembangan dalam negeri di Myanmar, seperti juga yang menjadi perhatian masyarakat dunia.
“Kemarin pertemuan pertama dengan Jenderal Than Swe dan para pimpinan Myanmar, dengan lengkap dan detail Jenderal Than Swe menjelaskan tentang apa yang dilakukan di dalam negeri, baik yang berkaitan dengan resolusi konflik, masih terjadinya konflik antar kelompok ataupun identitas, sekaligus bagaimana upaya untuk melakukan rekonsiliasi nasional, dan bagaimana road to democracy yang sudah sering disampaikan oleh Myanmar, yang menjadi perhatian dunia itu juga dapat diwujudkan, “ kata Presiden.
“Jenderal Than Swe juga menjelaskan dengan sangat gamblang kepada saya dan rombongan, bagaimana upaya Myanmar untuk mempertahankan keutuhan nasionalnya, national unity, national integration, dan juga nasional security, langkah – langkah untuk menyelesaikan konflik dengan mereka - mereka yang melakukan perlawanan bersenjata. Dan dikatakan sudah 90% yang 10 % ini lebih alot, lebih keras, ini menunjukkan bahwa Myanmar ingin juga menyelesaikan konflik internal dengan sungguh – sungguh. Setelah itu memang Jenderal Than Swe mengatakan bahwa pekerjaan besar Myanmar adalah melaksanakan rekonsiliasi nasional, oleh karena itu dijelaskan mengenai rencana akan ada konvensi nasional seperti yang telah dunia juga sudah mendengar dan menunggu,kapan akan dilaksanakannya konvensi nasional itu, “ jelas Presiden.
“Dijelaskan oleh Jenderal Than Swe berapa banyak pesertanya, apa yang dibahas, melibatkan semua pihak, rancangan konstitusi, dan kemudian Jenderal Than Swe menjelaskan komitmennya, kesungguhannya untuk betul betul menjalankan demokratisasi, atas dasar konsep road to democracy, yang menurut beliau tahapan langkah - langkahnya itu disesuaikan dengan kondisi objektif yang ada di Myanmar, itu yang disampaikan oleh beliau, “ kata Presiden.
“ Tentunya posisi Indonesia sangat jelas, bahwa kita mendukung upaya Myanmar untuk mengatasi masalah dalam negerinya, resolusi konflik, rekonsiliasi nasional, dan demokratisasi, sebagai implementasi road to democracy, “ tambahnya.(nnf)



