Berita Utama

Presiden : Masalah Freeport Segera Selesaikan !

Yangon, Myanmar : Menanggapi apa yang terjadi antara PT. Freeport Indonesia dengan masyarakat Papua, Presiden dalam acara konferensi pers di KBRI Yangon, Myanmar, menyatakan bahwa kejadian itu harus dipelajari dan didalami mengenai apa yang menyebabkannya.

“Setiap kejadian unjuk rasa, insiden, aksi masa lokal, penduduk setempat, harus kita dalami, kita pelajari apa yg menyebabkan, tidak boleh satu dua kejadian langsung kita ambil kesimpulan, dan harus ada perubahan kebijakan A atau perubahan kebijakan B. Dalam sebuah negara demokrasi, protes, unjuk rasa, ketidaksukaan, insiden - insiden kecil itu terjadi, dan akan terus terjadi, di negara manapun, “ kata Presiden.

“ Apalagi Indonesia berada dalam transisi menuju ke demokrasi itu, nilai perilaku politik juga masih terus berkembang, oleh karena itu respon saya atas apa yang terjadi di Papua itu, pelajari ! Menteri teknis segera turun, dalam arti mengetahui apa sebabnya, menteri energi dan sumber daya mineral, gubernur atau pejabat gubernur di Papua sendiri, karena ada masalah keamanan , tentu kepolisian dan pihak - pihak lain untuk mengetahui apa yang terjadi, “ lanjutnya.

“ Kalau itu masalah antara Freeport dengan penduduk lokal, mengenai masalah dana yang sering disebut Community Development Program, dibicarakan, apakah betul belum didistribusikan secara merata. Apakah sudah didistribusikan tetapi penggunaannya tidak tepat, banyak yang bisa kita lihat nanti, kita evaluasi apa yang salah hubungan antara PT Freeport dengan penduduk lokal karena ada program yang disebut Community Development Program, atau bahkan Regional Development Program , komunitasnya dan daerah di sekitarnya, “ kata Presiden.

Sedangkan apabila ada konflik dengan penambang lain yang seolah - olah termasuk penambah tanpa ijin, Presiden minta agar masalah itu segera diselesaikan, karena ada peraturan tentang bagaimana terhadap pertambangan tanpa ijin.

“Dan bukan hanya di Freeport, di Kalimantan juga sering ada kejadian seperti itu, di tempat – tempat lain, di Pongkor Bogor misalnya ada kejadian seperti itu, selesaikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, “ kata Presiden.

"Kalau ada penyimpangan undang - undang, ya salah, jangan ada perusakan, tindakan kekerasan. Rugi keamanan lokal, image iklim investasi bisa sirna karena insiden - insiden seperti itu, investor - investor asing akan bagaimana..temukan solusinya yang baik, saya akan minta laporan komprehensif dari menteri - menteri terkait, “ tegas Presiden. ( nnf )