Berita Utama

Presiden di Lokasi Tanah Longsor Banjarnegara

Bencana Alam yang Sering Terjadi Bukan Karena Kutukan

Banjarnegara: Bencana alam berupa banjir, tanah longsor, tsunami, gempa dan sebagainya, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi di Amerika, Pilipina dan Negara-negara lain di segala penjuru dunia. Presiden SBY mengatakan hal itu, dalam sambutannya saat meletakkan batu pertama pembangunan rumah relokasi bagi masyarakat korban bencana tanah longsor di Gunung Galuh Raja, Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Rabu (8/3) pukul 17.45 WIB.

Kata Presiden, bencana alam itu bukan kutukan dari Allah, melainkan peristiwa alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah, kata Presiden SBY. Ditambahkan, “Saat terjadi tanah longsor di Banjarnegara tanggal 4 Januari 2006, saat itu saya sedang meninjau lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur,” kata Presiden.


Kepada para kontraktor yang mengerjakan pembangunan relokasi korban tanah longsor, Presiden berharap agar enam bulan mendatang, para korban sudah bisa menempati rumah barunya. “Saya minta pembangunannya dikerjakan dengan baik, dengan mengutamakan keselamatan penghuninya. Jangan karena mengejar waktu, maka konstruksi bangunannya asal-asalan saja,” tambahnya.

“Saya sengaja datang kemari, dan daerah-daerah lain, karena sebagai pemimpin tugas saya memang harus mendengarkan persoalan rakyat dan kemudian mencari solusi,” kata Presiden yang datang ke lokasi bencana tanah longsor itu didampingi Ibu Negara dan beberapa menteri. Melalui Bupati Djasri, Presiden menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp 500 juta untuk diteruskan kepada para pengungsi.

Presiden dan rombongan kemudian juga ziarah ke tempat pemakaman massal yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi bencana. Di pemakaman massal ini Presiden dan rombongan berdoa bersama. Di kawasan bekas bencana, Presiden juga mengadakan dialog dengan para pengungsi.


Sebelumnya, di pendopo kabupaten Banjarnegara, Presiden didampingi Ibu Negara serta Gubernur Jateng Mardiyanto dan istri telah memperoleh penjelasan dari Bupati Banjarnegara, Djasri tentang terjadinya bencana, serta penanganan pasca bencana. Kepada perwakilan para pengungsi yang masih tinggal di tenda-tenda, Ibu Negara menyerahkan bantuan berupa sembako. (osa)