Berita Utama

Di Sijeruk, Banjarnagera

Presiden Dialog dengan Korban Tanah Longsor

Banjarnegara : Pada kunjungannya ke Banjarnegara pada hari Rabu ( 8/3) petang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara beserta rombongan bertatap muka dengan masyarakat dan keluarga korban tanah longsor di Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Dalam dialog ini Presiden antara lain mengatakan bahwa tugas seorang pemimpin negara adalah mendengarkan persoalan yang dialami warganya, dan mencari solusi untuk masalah tersebut. Dialog dipandu Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto.

Pertanyaan pertama dari Sugeng Sutresna (45 tahun), seorang petani. Ia mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah membantu para korban bencana alam di Gunung Galuh. Sugeng meminta kepada Presiden agar pembangunan rumah relokasi untuk warga dapat terealisasi dengan cepat, juga fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, siskamling, lapangan olahraga dan prasarana lainnya. Sugeng juga menginformasikan kepada Presiden bahwa di Desa Sijeruk ini potensi sumber daya alam gunung batu granit belum diolah secara baik. Oleh karena itu Presiden diharapkan dapat memberi bantuan berupa peralatan untuk mengolah granit.

“ Saya juga menginginkan agar pembangunan rumah relokasi ini dapat cepat diselesaikan, namun tanpa meninggalkan unsur keamanan dan keselamatan dari warga yang kelak akan menempati rumah itu. Oleh karena itu saya teruskan kepada bapak Bupati untuk dapat melaksanakan pembangunan ini sebaik – baiknya, dan cepat dapat dihuni oleh warga masyarakat, “ jawab Presiden.

“ Saya paham bahwa ada sejumlah fasilitas – fasilitas yang dibutuhkan oleh warga seperti rumah ibadah dan sebagainya. Tentu dengan sistem otonomi daerah dan sistem desentralisasi, akan dibangun fasilitas tersebut secara bertahap dan sesuai juga dengan batas kemampuan keuangan. Pemerintah pusat selalu memberikan bantuan kepada saudara- saudara kita yang terkena musibah bencana alam. Oleh karena itu pemerintah harus membagi secara adil, “ tambah Presiden.

“Untuk masalah informasi sumber daya alam granit, saya sudah mendengar dari Bapak Bupati dan Gubernur, kemungkinan saya akan menugasi Menteri Perindustrian dan Menteri Usaha Kecil dan Menengah untuk datang dan berkonsultasi dengan Bupati dan Gubernur. Untuk mengolah kegiatan tambang seperti ini sebenarnya sesuai dengan UU yang baru, wewenangnya ada pada pemerintah daerah. Tetapi untuk mencari penanam modalnya, bisa bekerjasama dengan pemerintah pusat, “ ujar Presiden..

Gubernur Jawa Tengah yang beritindak sebagai moderator menjelaskan kepada Presiden bahwa telah ada kelompok dermawan dan sukarelawan yang akan membangun Madrasah Ibtidaiyah dan Mushola di lokasi bencana.

Penanya kedua ada Barokah Supriati (22 tahun), seorang mahasiswa STPN Purwokerto. Supriati berharap Presiden membantu 118 anak usia sekolah, termasuk 14 orang anak yatim piatu korban bencana longsor agar dapat terus melanjutkan sekolah.

“Tentu saja pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia harus memikirkan bagaimana kelanjutan masa depan anak – anak yang tertimpa musibah bencana alam. Pemerintah ingin terus meningkatkan pembangunan pendidikan di Indonesia, sehingga pendidikan terutama untuk 9 tahun pertama menuju pendidikan gratis, murah dan berkualitas. Demikian juga pembangunan beasiswa untuk mereka – mereka yang perlu diberikan secara nasional. Anggaran untuk pendidikan baik APBN dan APBD kita tingkatkan, demikian juga dengan upaya – upaya lainnya. Secara khusus memang kita harus memikirkan bagaimana caranya untuk membantu anak – anak tersebut. Oleh karena itu saya menyerukan kepada pihak – pihak tertentu yang memiliki kemampuan lebih agar bisa sedikir memberikan rezeki pendapatannya untuk membantu anak – anak itu dalam upaya melanjutkan pendidikannya ke depan, “ kata Presiden dalam dialog dengan korban bencana tanah longsor Banjarnegara itu. ( osa )