Fokus

Kamis, 9 Maret 2006, 14:00:36 WIB

SBY Makan Nasi Bungkus Bersama Petani dan Peternak

 

Presiden dialog dengan petani di Banjarnegara, Jateng, Kamis (9/3) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden dialog dengan petani di Banjarnegara, Jateng, Kamis (9/3) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Banjarnegara: Ditengah –tengah ladang jagung, Kamis (9/3) pukul 12.30 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani beserta rombongan mengadakan pertemuan dengan petani dan peternak dalam suasana dan fasilitas yang sangat sederhana. Kursi dan meja pertemuan semuanya terbuat dari bambu yang banyak ditemui di lahan pertanian itu.

Pada awal pertemuan, Bupati Banjarnegara, Djastri melaporkan kepada Presiden mengenai sempitnya kepemilikan lahan garapan. Padahal kopi, kakao, kapulaga, carica dan jamur adalah tanaman-tanaman unggulan di Banjarnegara.

Presiden SBY menjawab antara lain dengan mengatakan, “ Saya ini anak dari Pacitan, dari keluarga biasa-biasa saja. Masa kecil saya hidup dengan keluarga keluarga nelayan dan petani. Jadi saya bisa merasakan perasaan saudara –saudara sekalian. Saya senang tahu dan tempe, tapi ternyata kedelainya itu d impor dari Amerika. Mudah-mudahan tanaman – tanaman seperti itu di Indonesia dapat berkembang dengan baik sehingga nantinya kita tidak perlu mengimpor di masa akan datang. Untuk tanaman kedelai itu sendiri direncanakan tahun 2015 akan tumbuh dengan pesat di Indonesia, Insya Allah,” kata SBY.

Usai memberikan pengarahan, Presiden menyerahkan bantuan dana tunai sebesar Rp 250 juta kepada Bupati Banjarnegara, untuk selanjutnya dibagikan kepada kelompok tani dan peternak, masing – masing kelompok mendapatkan Rp 20 juta, disaksikan Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Gubernur Jawa Tengah Mardianto.

Selain itu, Presiden SBY beserta rombongan makan nasi bungkus, bersama-sama dengan petani dan peternak. Dalam acara makan siang itu, Bupati Banjarnegara minta agar Presiden bersedia memberi nama pada domba – domba yang sukses diternakkan di kawasan itu, mengingat bibit domba itu berasal dari Nederland dan saat ini jumlahnya sudah mencapai 7.500 ekor.

Presiden SBY akhirnya memberi nama domba-domba itu Dombos alias Domba Wonosobo. Masyarakat dan undangan mengungkapkan persetujuannya pada nama pemberian Presiden itu dengan bertepuk tangan. (osa)


 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Hak Cipta dilindungi Undang-undang