Berita Utama
Sabtu, 11 Maret 2006, 01:09:56 WIB
Hadiri Peluncuran Buku Jenderal (Alm) M. Jusuf
Presiden SBY: Kita Merindukan Sosok Seperti Jenderal M. Jusuf
Presiden SBY memberikan sambutan pada acara Peluncuran Buku Jenderal (Alm) M. Jusuf (foto: abror/presidensby.info)
Tepat pukul 20.00 WIB Presiden SBY beserta Ibu Negara tiba di Hotel Sahid, disambut Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla dan Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, A.M. Fatwa, Marie Muhammad, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Presiden dan para penyambutnya segera menuju tempat acara berlangsung, ruang Puri Agung.
Di dalam ruangan telah menanti Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR-RI Agung Laksono, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Panglima TNI Joko Suyanto. Di antara yang hadir, selain para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, tampak pula sesepuh TNI antara lain Solihin GP dan Feisal Tanjung.
Dalam sambutannya Presiden SBY menyatakan pujiannya pada sosok jenderal yang semasa hidupnya dikenal sederhana, merakyat, dan berdedikasi tinggi itu.
“Kita merindukan sosok seperti Jenderal M. Jusuf,” kata Presiden SBY.
Beragam tokoh yang datang, berasal dari pelbagai latar belakang politik, profesi, kedudukan dan golongan. Malam peluncuran buku pun menjadi semacam ajang silaturahmi menyejukkan.
“Setelah hari- hari kita penuh dengan hingar bingar, hiruk pikuk kehidupan yang sarat dengan dinamika politik, alangkah leganya malam ini kita bertemu bersilahturahim, menyatukan hati dengan hati kita, wajah dengan wajah kita, untuk melihat sebuah fragmen pengabdian anak bangsa Jenderal TNI M. Jusuf, dalam upaya besar kita membangun bangsa dan negara kita,” papar Kepala Negara.
Malam hari ini, imbuh SBY, semua bersama-sama ingin meletakkan secara jujur, adil dan konstruktif, masa lalu, masa kini, dan masa depan.
“Dalam perspektif itulah saya tentu tidak akan mengulang kembali, apa yang dengan tepat, dengan apik tadi disampaikan pembicara- pembicara sebelum saya,” tutur SBY.
Lebih lanjut, Presiden SBY mengingatkan kembali pesan Presiden Pertama RI, Bung Karno yang pernah mengatakan, “Jangan sampai melupakan sejarah”, yang dikenal dengan istilah “jas merah”.
“Akan menjadi bangsa yang merugi dan malang kalau kita tidak meletakkan sejarah untuk kepentingan pembelajaran dan kemudian untuk kepentingan membangun hari esok yang lebih baik,” pungkas Presiden SBY yang berbicara tanpa teks.
Sebelumnya, Wapres M.Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan sosok Jenderal M. Jusuf, bagi kalangan politisi dan masyarakat, sering dihubungkan keterikatannya dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).
“Tentu banyak yang ingin mengetahui soal Supersemar, walaupun sebenarnya tidak ada yang bisa mengetahui kecuali beliau. Beliau sering mengatakan ingin menulis buku, tapi pada akhirnya juga tidak menulis,” ujar Jusuf Kalla.
Wapres JK juga memuji pelbagai kiprah dan kontribusi komplit Jenderal M. Jusuf semasa hidupnya.
“ Beliau adalah panglima yang mau membangun kembali kekuatan, persenjataan, kesejahteraan, dan semangat TNI kita. Bagi pengusaha beliau juga salah seorang peletak dasar industri nasional kita. Tidak ada menteri perindustrian yang begitu lama, kecuali beliau selama 14 tahun, menteri industri 12 tahun, perdagangan 2 tahun,” papar Wapres.
Dalam acara itu juga dilakukan penyerahan buku di antaranya diberikan kepada Yauri, cucu Almarhum Jenderal M.Jusuf, yang mewakili keluarga. Buku juga diberikan kepada Panglima TNI Joko Suyanto, Solihin GP, dan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. (win)



