Berita Utama

Presiden Pimpin Rapat Terbatas

Pemerintah Sambut Baik Kedatangan PM Blair, Presiden Nathan, dan Menlu Rice

Jakarta; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (13/3) pagi memimpin rapat terbatas di kantornya. Hadir dalam rapat terbatas tersebut antara lain adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Menteri Perdagangan Mari E.Pangestu.

Rapat tersebut membicarakan persiapan rencana kunjungan para tamu negara yang bulan ini bakal berkunjung ke Indonesia. Tamu negara itu antara lain Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice pada tanggal 14-15 Maret 2006, Presiden Singapura S.R.Nathan pada tanggal 19-23 Maret 2006 dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair pada tanggal 29-30 Maret 2006.

“Kita membicarakan program acara dan substansi dari masing-masing kunjungan tersebut, “kata Hassan Wirajuda di depan para wartawan.

Terkait rencana kedatangan Menlu AS Condi Rice, Menlu Wirajuda mengatakan ini merupakan kali pertama kunjungan mantan penasihat keamanan Presiden George Walker Bush.

“Ini adalah kunjungan Condoleezza Rice yang pertama ke Indonesia. Kunjungan ini akan mencerminkan apresiasi pemerintah Amerika Serikat terhadap perkembangan-perkembangan yang terjadi di Indonesia pada masa era reformasi ini,” jelasnya.

Menlu Wirajuda menambahkan, keberhasilan proses demokratisasi di Indonesia telah mentransformasi derajat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat menjadi lebih kuat.

“Kunjungan ini dimaksudkan juga menggarisbawahi tidak hanya hal-hal positip yang telah dilakukan Indonesia tetapi juga membuka upaya peningkatan hubungan yang lebih luas dan mendalam antara Indonesia dan Amerika Serikat, “ ujar Menlu.

“Dalam berbagai perkembangan setahun terakhir, upaya-upaya positip dalam kerangka hubungan ini antara lain pencabutan embargo, pembaharuan hubungan kerjasama militer dengan militer, kerjasama lain dalam bidang pendidikan dan lain-lainnya. Tentunya kita akan menyambut baik kunjungan itu, “papar Wirajuda.

Sementara kunjungan Presiden Singapore S.R.Nathan ke Indonesia adalah dalam kerangka umum membangun hubungan baik antara Singapura dan Indonesia.

“Memperhatikan posisi Presiden Singapura yang berbeda dengan Presiden RI karena di Singapura kekuasaan pemerintahan berada di tangan Perdana Menteri maka kunjungan ini lebih bersifat sebagai kunjungan balasan. Karena Presiden SBY telah berkunjung ke Singapura pada bulan Juni 2005, “ ungkap Menlu.

Selain ke Jakarta, Presiden Nathan juga akan melakukan kunjungan ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

Lalu, tentang kunjungan PM Tony Blair? Kunjungan Perdana Menteri Inggris Tony Blair nanti merupakan kunjungan kali pertama PM Inggris sejak 21 tahun terakhir. Margareth Thatcher, wanita perdana menteri Inggris itu berkunjung ke Indonesia pada tahun 1985.

" Ada antusiasme besar dari tema yang ingin dibawakan dalam kunjungan ini. Yaitu pembaharuan kembali hubungan antara pemerintahan Indonesia dan Inggris dan juga upaya peningkatan hubungan bilateral di berbagai aspek, “ tutup Menlu Wirajuda. (osa)