Berita Utama

Galang Hubungan Ekonomi dengan Libya, Lebanon, Oman

Alwi Shihab Laporan ke Presiden

Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (13/3) sore di Istana Kepresidenan menerima Utusan Khusus Presiden untuk negara – negara Timur Tengah, Alwi Shihab. Kepada Presiden SBY, Sihab melaporkan kegiatan apa saja yang telah dilakukan dan akan dilakukannya ke depan. Mantan Menko Kesra ini juga melaporkan rencananya hari ini bertolak ke Libya, Lebanon, dan Oman. Kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara Timteng.

Seusai diterima Presiden SBY, didampingi Jubir Kepresidenan Andi Alifian Mallarangeng, Alwi Shihab memberi keterangan pers di ruang press room kantor kepresidenan.

“ Saya baru saja pulang dari Aljazair yang sudah punya terminal crude oil di Korea Selatan. Karena mereka ada minat juga untuk ke Indonesia maka saya ke Aljazair dan menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk bekerjasama dengan mereka. (Aljazair) Telah menyatakan segera akan berunding dengan Pertamina dalam rangka pembangunan. Atau, kalau sudah ada terminal gas elpiji dan crude oil maka Aljazair berminat menempatkan minyak dan gasnya di Indonesia," kata Alwi.

Dikatakannya, sekarang ada diskusi-diskusi ke arah kerjasama itu.

"Di samping itu (Aljazair) mengundang para kontraktor dari Indonesia untuk ikut membangun infrastruktur yang ada di Aljazair yang alokasi dananya cukup besar jumlahnya yang disiapkan pemerintah Aljazair,” jelas Shihab.

Shihab menjelaskan terminal crude oil itu layaknya storage atau penyimpanan. Di mana nantinya bisa memasarkan crude oilnya itu kedaerah daerah sekitarnya.

"Termasuk kalau Indonesia membutuhkan, juga kita bisa pakai. Jadi dalam upaya keuntungan bersama, kalau ada terminal yang sudah siap, mereka mau menyewa. Kalau belum ada, mereka mau bekerjasama untuk membangunnya, untuk menjual ke pasar Indonesia dan kawasan,” papar Shihab.

Menyangkut Oman, Shihab menyatakan di negeri itu bakal ada penyerahan blok minyak dari Self ke Medco untuk menggalakkan hubungan Indonesia dan Oman. Nilai investasinya USD 100 juta.

Menyangkut rencana ke Libya, Shihab mengatakan pemimpin Libya Moammar Khadafy "welcome" datang ke Indonesia.

"Dan saya diminta untuk mengundang secara lisan. Untuk pengaturan waktunya tentu saja Menlu yang akan mengatur. Karena saya diundang ke Libya maka saya akan menyampaikan hal itu. Tetapi di balik itu, kita mengharapkan ada investasi dari Libya. Saya sudah berbicara sama pihak Libya dan Lybia mengundang kita bersama BUMN dan pengusaha, guna membicarakan soal investasi. Pada umumnya oil dan gas atau infrastruktur.” paparnya.

Alasan Libya berniat investasi, masih kata Shihab, karena mereka menganggap hubungan Indonesia dengan negaranya cukup baik. Yang kedua produksi minyak Libya meningkat dari hari ke hari.

"Sekarang produksi minyaknya melebihi kita, sudah hampir satu setengah juta barrel perhari. Dan tentu saja mereka medambakan untuk memarketkan minyak itu ke kawasan China, Jepang dan kemana-mana. Karena itu mereka perlu terminal di kawasan ini, dan mereka memilih tentu saja Indonesia,” ungkap Shihab.

Menyangkut kunjungan ke Lebanon, Shihab mengatakan ada perusahaan negeri itu yang mendapatkan konsesi ladang minyak di Yaman, yang nantinya akan bekerjasama dengan Medco.

"Jadi Medco ini agresif. Ke depan kita harapkan Pertamina dan perusahaan lainnya juga demikian,"imbuhnya.

Setelah dari Oman, Shihab menyebut dirinya diperintahkan Presiden SBY ke Amerika Serikat menghadiri Konferensi Internasional. Dalam seminar di Negeri Paman Sam itu, Shihab bakal menjelaskan posisi Indonesia atau Muslim Indonesia yang moderat.

"Ini menanggapi karikatur dan bagaimana menggalakkan dialog antar agama, sebagai upaya meredakan konflik dan ketegangan di dunia, khususnya antar umat beragama,"pungkas Alwi Shihab. (nnf)