Berita Utama
Selasa, 14 Maret 2006, 18:00:32 WIB
Presiden pada Pertemuan dengan Condoleezza Rice
Perlu Jembatan antara Islam dan Barat
Jakarta : Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Condolezza Rice beserta delegasi di Kantor Presiden Selasa ( 14/3), menjadi perhatian banyak pihak, terbukti dengan banyaknya wartawan dalam dan luar negeri yang meliput pertemuan itu.Juru Bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Internasional Dino Patti Djalal, kepada wartawan mengatakan, topik yang dibahas secara intensif oleh Presiden dan Condolezza Rice adalah mengenai situasi di Timur Tengah, yaitu Palestina. “ Presiden menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten pada posisinya untuk melihat terbentuknya negara Palestina yang berdaulat dan utuh dan dapat hidup berdampingan dengan damai dengan Israel. Indonesia menyambut baik hasil Pemilu di Palestina baru – baru ini yang dimenangkan oleh Hamas, dan Presiden menyatakan bahwa perlu dijamin apapun perkembangan politik di Palestina dan apapun hasil pemilu tetap akan melangkah pada negosiasi yang akan mengarah pada terbentuknya negara Palestina tersebut. Jadi Presiden tetap mendukung upaya Road Map dan komitmen politik merealisasikan tujuan dari Road Map tetap dilakukan, " kata Dino.
Hal lain yang dibahas, kata Dino, adalah mengenai hubungan Islam dan Barat. Dino memaparkan bahwa Presiden yang mengangkat isu ini dan kemudian menjadi topik dialog antara Presiden dan Condoleezza Rice terhadap isu Islam dan Barat ini. “Ini memang isu yang banyak menarik perhatian Presiden belakangan ini, tetapi juga menarik perhatian negara – negara Barat terutama Amerika Serikat. Presiden menekankan bahwa perlu dibangun suatu jembatan antara Islam dan Barat dan perlu dikembangkan terus suara – suara dan semangat moderasi dalam dunia Islam, dan perlu selalu ada dialog antara Islam dan Barat. "
“Presiden SBY juga menyatakan apresiasi terhadap pernyataan pemerintahan AS yang kritis terhadap penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW beberapa waktu lalu. Jadi ada pernyataan dari pemerintah Amerika Serikat yang isinya mengkritik, mengecam penerbitan kartun tersebut, dan Presiden menyatakan bahwa hal – hal seperti ini harus dilakukan dalam insiden - insiden seperti ini, sehingga garis antara Islam dan Barat ini tidak menganga. Presiden menegaskan pentingnya dilakukan interfaith dialog dan juga Presiden menekankan pentingnya intermedia dialog, atau dialog antar media , baik media barat atau media non barat, “ jelas Dino.
Menutup pertemuan tersebut menurut Dino, Condoleezza Rice menyampaikan penghargaannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan juga bangsa Indonesia atas hasil yang dicapai dalam proses rekonstruksi di Aceh setelah tsunami, dan juga atas tercapainya MoU perdamaian di Aceh yang dipandang sebagai salah satu hasil perdamaian besar di dunia. ( nnf )



