Berita Utama

Presiden Terima Pengurus GAPKI

Kelapa Sawit Salah Satu Pilar Ekonomi

Presiden SBY saat menerima pengurus GAPKI Rabu (15/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat menerima pengurus GAPKI Rabu (15/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Rabu (15/3) siang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Kepresidenan. Pada saat menerima tamunya Presiden didampingi Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menneg BUMN Sugiharto.

“Kami melaporkan hasil Kongres GAPKI yang sudah selesai diselenggarakan kepada Presiden, dan juga menggambarkan perkembangan perkebunan dan industri kelapa sawit sekitar dua puluh lima tahun terakhir ini. Produksi kelapa sawit Indonesia untuk tahun 2005 sudah mencapai 13,6 juta ton, dan untuk tahun 2006 mencapai 14,7 juta ton, hampir sama dengan produksi Malaysia, “ujar Derom Bangun, Ketua Umum GAPKI.

Kata Derom, para pengusaha kelapa sawit memang merasakan adanya perbaikan iklim berusaha selama kepemimpinan Presiden SBY. “Memang, ada hal-hal yang positif seperti adanya permintaan kelapa sawit dunia yang terus meningkat dari India, Cina, dan Pakistan sehingga ada dorongan untuk terus memperluas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Tetapi perkembangan kelapa sawit juga dihambat oleh adanya perhatian yang besar dari dunia mengenai masalah-masalah lingkungan sehingga kadang-kadang perkembangan kebun kelapa sawit dituduh sebagai faktor yang merusak hutan dan satwa langka,” tambahnya.

“Untuk menanggapi hal itu GAPKI telah bergabung dengan berbagai pemangku kepentingan atau stake holder dari berbagai negara untuk membentuk satu Forum Meja Bundar Minyak Sawit Lestari. “Melalui forum itu kita dapat menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit Indonesia juga memperhatikan lingkungan dan hal-hal yang menjadi kepentingan dunia,” ujar Derom kepada wartawan,

“Presiden mengatakan bahwa kita semua mempunyai kepentingan untuk menjaga dan mengembangkan kelapa sawit di Indonesia. Jika kelapa sawit berkembang, tentu juga dibutuhkan pengembangan pasar. Oleh karena itu Presiden berpesan agar GAPKI bekerjasama dengan semua instansi untuk dapat mendorong pemasaran kelapa sawit,” katanya

Kata Derom, Presiden berpendapat bahwa kelapa sawit adalah salah satu dari pilar penting ekonomi Indonesia terutama untuk meberikan lapangan kerja dan devisa negara yang cukup besar. “Sehubungan dengan hal itu Presiden menganjurkan agar semua pengusaha bekerja bersama-sama dengan pemerintah untuk mencapai kondisi win-win sehingga semua mendapat manfaat dari kerjasama itu, “ ujar Derom Bangun

GAPKI adalah wadah perusahaan produsen minyak sawit (CPO) yang terdiri dari perusahaan PT. Perkebunan Nusantara, Perusahaan Perkebunan Swasta Nasional dan Asing, serta peladang Kelapa Sawit yang tergabung dalam Koperasi. (osa)