Berita Utama

Munas Awal April

Walubi Dipesankan Tingkatkan Peran Ummat Buddha

Istana Kepresidenan, Jakarta; Organisasi sosial keagamaan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) di bawah pimpinan Dra S. Hartati Murdaya menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (16/03) siang. Presiden SBY mengharapkan WALUBI meningkatkan peran serta ummat Buddha.

Hartati didamping 18 orang yang sebagian besar Dewan Pengurus Pusat antara lain Ketua I Ir. Arief Harsono, Ketua II Irwan Kertasasmita, Ketua IV Ongko Prawiro, Ketua V Njaw Singgih, SH, dan Ketua VII Suhadi Senjaya. Presiden SBY didampingi oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Kepada pers, Hartati mengatakan kedatangan mereka menemui Presiden SBY untuk melaporkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional WALUBI yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta awal bulan depan.

“ Melaporkan kami akan mengadakan Munas, awal April. Beliau (Presiden SBY) menyambut dengan sangat baik, “ kata Hartati.

Presiden SBY, jelas Hartati, berbicara tentang peran serta ummat Buddha ditingkatkan. Selain dalam kehidupan spiritual beragama, juga kehidupan bermasyarakat, dan berbangsa.

“ Beliau sangat menekankan tentang peran cinta kasih dan toleransi. Beliau mengatakan dengan adanya persatuan, kita akan jadi bangsa yang kuat dan kokoh,” tutur Hartati.

Kepada delegasi WALUBI, Presiden SBY juga memberikan gambaran kemajuan- kemajuan yang dicapai saat ini menyangkut pelbagai bidang. Namun demikian, tetap saja masih ada pihak-pihak yang masih kurang sabar. Presiden, kata Hartati, mengharapkan keadaan tersebut bisa berubah menjadi lebih baik.

Presiden SBY sangat menghargai gerakan WALUBI selama ini, terutama menyangkut kepedulian kemanusiaan, toleransi dan kebersatuan WALUBI dengan semua pihak tanpa membeda-bedakan agama.

“Beliau sangat senang dan beliau mengharapkan hal seperti ini terus dipertahankan, dikembangkan. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang toleran, bangsa yang mengembangkan cinta kasih, membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dan dihormati,” papar Hartati, mengutip pesan Presiden.

WALUBI sendiri, kata Hartati, akan melanjutkan sikap rukun di antara ummat Buddha sendiri, lalu rukun ummat antara Buddha dengan agama lain, dan rukun antara WALUBI dengan pemerintah.

“ Jadi, kami akan melakukan pertemuan agung nasional. Kami menghormati pemerintah, melakukan silaturahmi dan memohon kehadiran beliau (Presiden SBY) dan memberikan amanah pada Munas nanti,”ungkap Hartati.

Selain menjelaskan pertemuan dengan Presiden SBY, Hartati juga memberikan informasi tambahan mengenai WALUBI. Dalam Munas mendatang dikatakan WALUBI ingin memperbaiki AD ART.

“ Ada kekurangan, diperbaiki. Program kerja disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini,” tuturnya.

Ketika WALUBI terbentuk 20 Agustus 1998, ungkap Hartati, saat itu reformasi dan serba belum menentu. Sedangkan sekarang peran Walubi lebih spesifik dalam meningkatkan kualitas ummat beragama Buddha. Supaya lebih paham terhadap isi ajaran kitab suci, bisa melakukan aktualisasi yang lebih konkrit di dalam perjuangan melawan ego, diri sendiri, untuk memberikan kepedulian kita pada yang lain. Terutama masyarakat di lingkungan di mana kita berada dan kepada masyarakat luas.

Hal yang terpenting, imbuh Hartati, adalah upaya untuk lebih mengalahkan egoisme diri masing-masing.

“ Dalam agama Buddha, musuh yang paling serius adalah di dalam diri kita sendiri. Musuh kita adalah egoisme,”pungkasnya.

WALUBI merupakan wadah kebersamaan organisasi umat Buddha Indonesia yang terdiri dari Majelis-Majelis Agama Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha, Dewan Sangha, Badan Kehormatan dan Wadah Kemasyarakatan yang bernapaskan Agama Buddha. WALUBI didirikan di DKI Jakarta berdasarkan Konsensus Nasional Umat Buddha Indonesia Agustus 1998. (rap)