Berita Utama

Sidang Kabinet Bahas Rancangan Awal RKP

Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla Kamis (16/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla Kamis (16/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (16/3) siang memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Kepresidenan. Sidang kabinet yang membahas Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2007 berlangsung selama kurang lebih empat jam, dimulai puklul 13.00 WIB.

“Kita membahas capaian tahun 2005, hal-hal apa saja yang sudah kita capai meskipun banyak persoalan berat yang kita hadapi seperti tingginya harga minyak dunia, dampak dari tsunami, dan kelemahan nilai tukar rupiah, “ kata Presiden SBY kepada wartawan. “Kita sekaligus juga mengevaluasi sasaran-sasaran yang tidak dapat kita capai untuk dijadikan PR di tahun berikutnya. Meskipun baru bulan Maret, kita juga melihat perkembangan tahun 2006 ini, baik yang bersifat makro ekonomi, masalah politik, hukum dan keamanan serta kesejahteraan rakyat, “ tambahnya.

“Persoalan kesejahteraan rakyat, contohnya pendidikan, kesehatan, pengurangan tingkat kemiskinan, menjadi prioritas yang tinggi. Untuk memecahkan persoalan-persoalan itu tentu ekonomi Indonesia harus tumbuh. Ini dapat dicapai kalau kondisi nasional baik, politik tetap stabil meskipun harus demokratis, hukum harus tegak di seluruh tanah air, dan pemberantasan korupsi terus berjalan, “ kata Presiden SBY didamping Wapres Jusuf Kalla, Menkeu Sri Mulyani, Menko Polhukam Widodo A.S, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Kapolri Jenderal Pol. Sutanto.

Ditambahkan, Rancangan Awal RKP Tahun 2007 disusun berdasarkan berbagai kemajuan yang sudah dicapai tahun 2005 dan diperkirakan akan dicapai pada tahun 2006. Masalah dan tantangan yang dihadapi tahun 2007, serta berbagai sasaran yang harus dicapai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dalam pelaksanaan tiga Agenda Pembangunan, yaitu mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, menciptakan Indonesia yang adil dan demokratis, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat, jelas Presiden. (osa)