Berita Utama
Kamis, 16 Maret 2006, 20:18:07 WIB
Presiden Sesalkan Aksi Anarkis di Papua
Presiden didampingi Wapres, Menko Polhukam, Panglima TNI dan Kapolri memberikan keterangan pers, Kamis (16/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
“Saya sangat menyesalkan peristiwa anarkis yang sebenarnya tidak perlu terjadi di Papua, berkaitan dengan PT. Freeport Indonesia, “ kata Presiden SBY. “Pemerintah melakukan respon, baik itu pada tingkat menteri untuk menanggapi apa yang disuarakan oleh kelompok masyarakat atau pihak-pihak tertentu itu, dan sekaligus untuk mengelola agar PT. Freeport dapat terus menjalankan kegiatannya, “ tambahnya.
“Yang berkaitan dengan apa yang diangkat oleh masyarakat luas seperti isu bahwa masyarakat sekitar tidak mendapatkan bantuan yang nyata, sengketa antara PT. Freeport Indonesia dengan masyarakat yang melakukan pertambangan sendiri di wilayah itu, masalah pajak dan royalti sampai pada aspek lingkungan hidup, pemerintah merespon itu. Saya minta Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk mengkaji satu persatu masalah tersebut.” ujar Presiden.
“Yang kita sayangkan adalah ketika pemerintah sedang berusaha untuk mengkaji masalah ini, tiba-tiba ada aksi-aksi seperti yang terjadi hari ini. Sebenarnya sudah ada pertemuan negosiasi bahwa elemen dari mahasiswa dan masyarakat setempat tidak akan melakukan tindakan sepihak seperti menutup jalan, mengganggu kepentingan orang lain dan tidak melakukan tindakan kekerasan. Namun tindakan kekerasan itu terjadi dan menyebabkan tiga orang anggota Kepolisian dan satu orang anggota TNI AU gugur dan puluhan lainnya luka-luka.” ucap Presiden.
Pemerintah pada tahun-tahun terakhir ini telah mengembangkan kebijakan untuk menyelesaikan setiap konflik internal secara damai, mengutamakan negosiasi sampai masalah itu bisa diselesaikan dengan baik. “Janganlah membiasakan dengan tindakan-tindakan kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda, padahal masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik," lanjut Presiden.
Presiden juga meminta masyarakat Papua untuk tetap tenang dan menyerahkan masalah ini kepada pihak keamanan. “Percayalah bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk mengatasi semua ini sebaik-baiknya, “ kata Presiden.
“Pemerintah sudah mengeluarkan instruksi ke daerah untuk memulihkan keadaan dan keamanan di Papua secepat-cepatnya. Kepolisian ada di barisan depan untuk mengemban tugas ini. Saya minta kepada saudara-saudara kita yang melakukan aksi kekerasan di Papua untuk menghentikan tindakan kekerasan itu. Indonesia adalah negara hukum, ada UU dan aturan main yang harus kita patuhi, “ tambahnya.
Presiden berpesan kepada para elite politik di Papua untuk tidak memperkeruh suasana dengan mengaitkan masalah ini dengan masalah Pilkada, atau memunculkan kembali isu kemerdekaan Papua untuk memprovokasi masyarakat.
Di akhir keterangan persnya, Presiden SBY atas nama pemerintah mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai, yang gugur dalam tugas. (osa).



