Berita Utama

Presiden akan Hadiri Panen Raya

Pulau Buru, Lumbung Padi di Maluku


Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara bersama beberapa menteri, Jumat (17/3) pagi pukul 7.00 WIB bertolak ke Maluku, dari bandara Halim Perdana Kusuma. Berbagai kegiatan sudah menanti, antara lain direncanakan Presiden akan mengunjungi korban gempa bumi di Desa Batu Jungku dan Desa Pelang. Akibat gempa berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang kawasan Maluku Selasa (14/3) lalu, sekitar 60 rumah hancur di Desa Batu Jungku dan Desa Pelang.

Sabtu (18/3) besok Presiden akan menghadiri panen raya di Pulau Buru yang masuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Panen raya di Pulau Buru akan dipusatkan di Kecamatan Waeapo, dengan lahan tanaman padi seluas kurang lebih 4.020 ha.

Pulau Buru selama ini dikenal sebagai pulau tempat pemusatan tahanan politik di masa lampau. Dengan luas 9.000 Km2 dan penduduk berjumlah 125.097 jiwa, kini Pulau Buru dikenal sebagai lumbung padi bagi daerah Maluku. Potensi sumber daya alam yang dimiliki cukup besar, khususnya pada sektor pertanian. Luas lahan potensial irigasi di Pulau Buru seluas 18.300 ha, meskipun yang dikembangkan dengan irigasi teknis dan semi teknis baru seluas 5.520 ha.

Hampir 70 % penduduk pulau ini bermata pencaharian petani atau perkebunan, sisanya nelayan dan karyawan (PNS). Komoditas tanaman pangan selain padi adalah jagung, ubi kayu dan ubi jalar serta buah-buahan seperti jeruk siam, pisang dan mangga.

Seusai panen raya, dijadwalkan Presiden SBY akan berdialog dengan para petani, nelayan, masyarakat hutan serta tokoh masyarakat setempat. Selain itu Presiden, Ibu Negara dan rombongan akan meninjau pameran hasil kerajinan masyarakat Pulau Buru. Beberapa menteri yang ikut rombongan antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Mendagri M.Ma`ruf, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)