Berita Utama

Presiden Kunjungi Korban Gempa Pulau Buru

Karena Melihat Tanda-tanda Alam, Banyak Masyarakat yang Selamat

Presiden dan Ibu Ani saat mengunjungi pengungsi korban gempa di Desa Pela Kecamatan Batabual, Buru, Maluku, Jumat (17/3). (foto: abror/presidensby.info)
Presiden dan Ibu Ani saat mengunjungi pengungsi korban gempa di Desa Pela Kecamatan Batabual, Buru, Maluku, Jumat (17/3). (foto: abror/presidensby.info)
Pulau Buru: Presiden SBY, Ibu Negara dan beberapa menteri, Jumat (17/3) sore tiba lokasi bencana di Desa Batu Jungku dan Desa Pela, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, Maluku. Untuk mencapai desa korban gempa itu, Presiden dan rombongan harus menggunakan 30 menit dengan kapal cepat, dan berjalan kaki sekitar 500 meter. Di lokasi korban bencana gempa itu, Presiden, Ibu Ani beserta para menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Mendagri M.Ma`ruf, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng disambut oleh para Camat Batabual dan Kepala Desa Batu Jungku dan Pela.

Meskipun cuaca buruk dan ombak besar, Presiden tetap tidak mau membatalkan kunjungannya ke lokasi bencana ini. “Beliau kan prajurit militer, jadi tidak takut dengan kondisi seperti ini. Lagipula memang demikianlah beliau, ingin melihat dari dekat para korban bencana alam dan memberi semangat agar mereka bangkit kembali, “ kata Andi Mallarangeng.

Presiden dan Ibu Negara memberikan bantuan kepada warga dari delapan desa sekitar berupa 250 dus mie instant, 200 biskuit kaleng, 450 paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng dan susu. Selain itu Presiden juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 500 juta.

“Saya memberi pujian, terimakasih dan penghargaan kepada para warga yang berhasil menyelamatkan diri. Juga kepada Pak Gubernur, Bupati, Camat dan Kepala Desa, karena dengan sosialisasi melihat tanda-tanda bencana alam, banyak masyarakat yang selamat, “ kata Presiden SBY dalam pidato tanpa teksnya. “Ini contoh dan model yang baik, Desa dan Kecamatan memiliki pengetahuan melihat tanda-tanda bencana alam sehingga dapat cepat bertindak, “ lanjutnya.

Presiden berpesan kepada Pemda setempat agar segera membangun kembali sekolah yang hancur agar anak-anak tetap dapat sekolah. Saat ini, masyarakat yang rumahnya hancur tinggal di tenda-tenda penampungan. Sekitar 200 jiwa penduduk menjadi korban gempa dan air pasang setinggi 5 meter hari Selasa (14/3). Dua warga tewas, 60 rumah, dua gedung sekolah dan sebuah masjid hancur, akibat gempa tektonik berkekuatan 6,4 SR yang pusatnya berada di perairan sekitar Pulau Buru.(win)