Berita Utama

Resmikan 50 Proyek di Maluku

Presiden Ingatkan Nasib 3.850 KK Pengungsi Korban Konflik

Presiden SBY dan masyarakat Ambon di gedung Bailemo Siwalema, Sabtu (18/3) siang, sebelum meresmikan 50 proyek di Maluku. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan masyarakat Ambon di gedung Bailemo Siwalema, Sabtu (18/3) siang, sebelum meresmikan 50 proyek di Maluku. (foto: abror/presidensby.info)
Ambon: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (17/3) siang WIT secara simbolis meresmikan 50 proyek di Maluku. Kelima puluh proyek yang dibangun dengan dana sebesar Rp 189 miliar itu meliputi pembangunan jalan, jembatan, renovasi gedung TK, SD, SMP, SMU, renovasi bangunan fisik Universitas Pattimura, masjid, gereja dan pura, serta kantor gubernur dan VIP Room bandara Internasional Pattimura.

Acara peresmian dilakukan di gedung Bailemo Siwalema, ditandai dengan menekan tombol sirene dan terbukanya selubung papan nama yang ditempeli foto-foto proyek. Lima puluh proyek yang diresmikan Presiden ini merpakan pelaksanaan pembangunan dalam periodisasi 2 tahun pertama Tahap pemulihan dan Stabilisasi dalam upaya rehabilitasi/rekonstruksi sarana dan prasarana pasca konflik. Dana sebesar Rp 189 miliar itu berasal dari APBN, APBD dan Inpres No.3 tahun 2003.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutannya mengatakan, seluruh rakyat Maluku mengucapkan terima kasih kepada Bapak SBY. "Karena Pak SBY mempunyai kontribusi besar dalam pemulihan keamanan Maluku, ketika masih menjabat Menko Polkam Pak SBY adalah pemrakarsa dan pelaksana pertemuan Malino, pasca konflik yang terjadi di masa lalu," kata Karel Albert.

Diawal sambutannya, Presiden SBY mengingatkan Gubernur agar memprioritaskan penanganan terhadap 3.850 KK pengungsi korban konflik di masa lalu, yang hingga sekarang masih membutuhkan perhatian. "Prioritaskan penanganan terhadap mereka itu," kata Presiden.

Diantara proyek yang diresmikan adalah gedung pemerintahan. Menurut Presiden, gedung pemerintahan ini penting dipulihkan sebagai ujung tombak pelayanan terhadap masyarakat. "Dimulai dari saya sebagai presiden, lantan gubernur, bupati/walikota, camat dan kepala desa, semua agar mempermudah pelayanan publik. Kalau dimasa lalu rakyat mempunyai pengalaman dipersulit, sekarang pelayanan kepada masayarakat itu harus dipermudah. Karena itulah pembangunan kembali prasaran pemerintahan menjadi salah satu prioritas," kata Presiden.

Diantara proyek yang diresmikan juga terdapat renovasi masjid, gereja dan pure. Menurut Presiden, rehabilitasi sarana peribadatan itu sebagai simbol kebersamaan. "Kita melihat yang diperbaiki terdapat masjid, gereja dan pura. Dan yang melaksanakan pembangunan tempat peribadatan itu bukan kontraktor melainkan masayarakat sendiri. Inilah bukti kebersamaan," kata Presiden.

Selain meresmikan 50 proyek, Presiden juga memberikan bantuan kepada perpustakaan yang ada di tiga perguruan tinggi di Ambon, masing-masing Universitas Pattimura, STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) serta Uniniversitas Kristen Maluku.

Sebelumnya, Presiden SBY didampingi Ibu Negara dan sejumlah menteri antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Mendagri M.Ma`ruf, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, telah mengikuti panen raya di Pulau Buru. Sehari sebelumnya, Jumat (17/3) Presiden ke Desa Pela, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru untuk meninjau, berdialog dan memberi bantuan kepada masyarakat korban gempa bumi yang terjadi Selasa (14/3) lalu. Rombongan presiden menginap semalam di Pulau Buru. (nnf)