Berita Utama

Panen Raya di Pulau Buru

"Buru, Bumi Untuk Rakyat Maju"

Presiden SBY saat memberi sambutan sebelum panenan di Pulau Buru, Sabtu (18/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat memberi sambutan sebelum panenan di Pulau Buru, Sabtu (18/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Pulau Buru: Dengan memakai caping bambu, Presiden dan Ibu Negara menyabit padi menguning yang terhampar di sawah di Kecamatan Waeapo, Pulau Buru. Sabitan Presiden dan Ibu Ani hari Sabtu (18/3) pukul 10.00 WIT itu menandai dimulainya panen raya di Pulau Buru, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Ribuan masyarakat yang sebelumnya menyaksikan di tepi sawah, sebagian lantas masuk ke sawah dan bersama-sama melakukan panenan.

Untuk mencapai lokasi panen dari pusat kota Kota Buru, rombongan Presiden melalui jalanan selama sekitar 1 jam, dengan melalui lahan pertanian, hutan, dan melewati pula daerah yang dinamakan Safana Jaya, yaitu tempat bermukimnya para mantan tapol dan keluarga mereka. Pulau Buru, di luar perkiraan, ternyata lahan yang amat subur dan indah.

Di Kecamatan Waeapo ini, sebelum melakukan panen raya, Presiden mencanangkan peningkatan pertanian, kehutanan dan perikanan di Maluku pasca konflik. “Kita ingin menjadikan Buru ini sebagai pelopor kemajuan ekonomi pertanian di Provinsi Maluku. Kita ingin merubah kesan Pulau Buru yang lama menjadi lumbung padi untuk kawasan Indonesia Timur. Insya Allah, di Pulau Buru ini pertanian akan maju, perikanan dapat kita bangun dan wisata kita majukan dan agro industri perkebunan bisa kita buat lebih maju lagi,” kata Presiden dalam sambutannya.

Menurut Presiden, untuk menyongsong kemajuan di segala bidang itu tadi, maka dermaga pelabuhan perlu diperpanjang. “Bandara Namle juga perlu ditingkatkan. Kalau Buru bisa maju dan makmur, maka saya memberi singkatan BURU dengan kepanjangan Bumi Untuk Rakyat Maju. Jadi BURU adalah Bumi Untuk Rakyat Maju,” kata Presiden, kembali disambut tepuk tangan masyarakat. Dengan kerja keras kita semua, kata Presiden, Insya Allah cita-cita bersama itu akan dapat tercapai.

Menurut Presiden, untuk mencapai target hasil produksi pertanian sebagaimana yang diharapkan, dibutuhkan partisipasi dari semua pihak. “Karena itulah kepada seluruh jajaran pemerintah, saya minta agar dapat memberikan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” kata Presiden.

Beta sayang sama katong. Orang Maluku bersaudara semua. Satu hati, satu jantung, untuk Indonesia.

Usai memberikan sambutan, Presiden dan Ibu Negara dan para menteri, antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Mendagri M.Ma`ruf, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, menyaksikan pameran yang digelar, hasil karya masyarakat Pulau Buru dan sekitarnya. Setelah melihat-lihat pameran itu, barulah Presiden dan Ibu Ani masuk ke sawah, dan menyabit padi, seperti pak dan bu tani. (win)