Berita Utama
Sabtu, 18 Maret 2006, 10:40:43 WIB
Kita Berupaya Agar tak Impor Beras Lagi
Presiden SBY dan Ibu Ani pada panen raya di Pulau Buru Sabtu (18/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
“Pemerintah memberi perhatian sungguh dalam pembangunan sektor pertanian ini. Pada bulan Juni 2004 yang lalu, saya telah mencanangkan revitalisasi pertanian, perikanan, dan kelautan di Jatiluhur Jawa Barat. Pemerintah dalam hal ini, Departemen Pertanian, telah menindak lanjuti pencanangan itu dengan berbagai program dan kebijakan, diantaranya pendayagunaan lahan dan air untuk pertanian, revitalisasi penyuluhan pertanian, pembiayaan, pengembangan eksport pertanian, dan peningkatan penggunaan teknologi pertanian,” kata Kepala Negara.
“ Semua itu kita lakukan untuk memperkuat ketahanan pangan kita. Dengan demikian kita tidak akan tergantung pada impor negara lain. Kita berupaya sekuat tenaga, untuk mencapai kemandirian pangan.” Tambah Presiden, disambut tepuk tangan para undangan yang memadati lokasi Panen Raya Padi.
Ditambahkan, “Sebenarnya produksi padi atau beras kita tahun 2004/2005 telah naik, tetapi ada serangkaian bencana alam pada bulan Desember dan Januari. Setelah kita hitung-hitung dan untuk mendapatkan kepastian dan keamanan ketersediaan beras, memang telah dilakukan impor pada bulan Januari sebesar hanya, saya katakan hanya dibandingkan dengan produksi kita, 83.000 ton beras. Pak Gubernur mengatkan tadi, Pulau Buru saja memproduksi 29.000 ton, jadi peningkatan produksi di Buru dengan teknologi, penyuluhan dan lain lain, dari Buru bisa membantu, bisa dijual ke daerah lain di Indonesia yang memerlukan,” kata Presiden.
“ Kalau semua Kabupaten, Provinsi, di Indonesia ini mencontoh Buru, mengcukupi kebutuhannya sendiri, ada surplus. Kalau ada paceklik atau bencana alam, atau ada provinsi yang kurang mampu dalam produksi pangan, bisa dibantu, bisa di jual, agar sekali lagi kita benar-benar mandiri di bidang pangan padi dan tidak perlu harus mengimpor dari negara lain.” Tutur Presiden SBY.
“Saya menyadari kemandirian pangan mustahil dapat terwujud tanpa peran serta pelaku utama pembangunan pertanian yaitu petani. Karena itulah, pemerintah telah dan akan terus menerapkan berbagai kebijakan yang berpihak pada petani. Kebijakan itu antara lain pemberian subsidi pupuk dan benih. Menurut catatan, untuk subsidi pupuk saja dari 2005 jumlahnya Rp. 2,5 triliun, lalu kita naikkan menjadi Rp. 3 trilun pada tahun 2006. Ini contoh bahwa kita ingin menbantu sektor pertanian, membantu para petani, kemudian perbaikan pengairan, dan jalan-jalan desa. “ kata Kepala Negara.
Selain didampingi Ibu Negara, kunjungan Presiden ke Pulau Buru ini didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Mendagri M.Ma`ruf, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)



