Berita Utama
Selasa, 21 Maret 2006, 18:44:16 WIB
"Kita Akan Bangun Pembangkit Listrik Batu Bara dan Gas"
Presiden SBY memberi keterangan pers, Selasa (21/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
"Yang kita hadapi bukan sekadar persoalan tarif dasar listrik tiap tahunnya, tapi yang ingin kita pecahkan bagaimana pembangunan sektor kelistrikan ini berjalan dengan baik, agar lebih banyak lagi tenaga listrik yang kita hasilkan. Apabila itu terjadi, maka kegiatan ekonomi secara menyeluruh juga akan tumbuh dengan baik, karena listrik infrastruktur dasar yang menghambat investasi," jelas Presiden.
Kita pastikan, lanjutnya, tahun demi tahun kita meningkatkan terus kemampuan kita, kapasitas kita dalam kelistrikan ini, sehingga industri, bisnis, dan investasi bisa berkembang dengan baik. "Demikian juga untuk keadilan masyarakat, kita ingin dengan tambahan daya yang kita hasilkan, maka saudara-saudara kita di banyak tempat baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa juga bisa mendapatkan jasa listrik ini hingga lebih mendatangkan keadilan dan pemerataan yang baik."
"Sebetulnya, idealnya sampai dengan 2010 kita membutuhkan 40.000 ribu mega watt. Sekarang posisinya sampai akhir tahun, diperkirakan kita bisa capai sekitar 30.000 ribu mega watt. Kita perlu membangun 12 ribu lagi yang akan kita pikirkan ke depan ini," kata Presiden.
"Salahsatu keputusan kabinet ini sebagai pilihan dan akan kita tuangkan sebagai program. Kita akan mengembangkan apa yang sudah direncanakan, misalnya proyek Tanjung Jati B, Cilegon dan Cilacap, yang dua diantaranya menggunakan tenaga batu bara, dan satu gas. Harapan itu kita bisa lakukan, tapi disamping itu, karena sebahagian besar tenaga yang digunakan bersandar pada bahan bakar minyak, dan kita tahu harga BBM ini relatif mahal, bahkan katakanlah mahal, outputnya juga mahal, kita ingin harga listrik kita menjadi rasional, pantas, dan kompetitif dibandingkan dengan negara-negara lain," jelas Presiden.
Oleh karena itulah, tambahnya, "Kita memutuskan untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik baru, yang menggeser penggunaan BBM menjadi penggunaan batu bara. Inilah tadi yang kita putuskan dan kita olah dan tindaklanjuti nanti dalam suatu program aksi yang nyata, yang Insya Allah akan kita jalankan tahun-tahun mendatang. Tentu menyangkut financial, teknologi, kerjasama, hubungannya dengan PLN dan lain-lain, kita akan matangkan lagi implementasi dari keputusan kita untuk membangun pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara, dan bukan BBM," kata Presiden, didampingi Wakil Presiden Yusuf Kalla, Menko Perekonomian Budiono, Meneg BUMN Sugiharto, Meneg ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menkeu Sri Mulyani Idrawati. (win)



