Berita Utama

Presiden Buka Pameran Kerajinan

Presiden memahat, Ibu Ani membatik, pada pembukaan Gelar Produk Kerajinan, Rabu (22/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden memahat, Ibu Ani membatik, pada pembukaan Gelar Produk Kerajinan, Rabu (22/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudoyono didampingi Ibu Negara, Rabu (22/3) pagi, menghadiri sekaligus membuka pameran Gelar Produk Kerajinan Indonesia 2006 yang diadakan Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional) Pusat. Pameran yang digelar di Hall A – B JCC (Jakarta Convention Center) berlangsung mulai tanggal 22 hingga 26 Maret 2006.

Pameran diikuti 425 peserta Dekranas dari provinsi, kota dan kabupaten se Indonesia. Ikut pula berpameran beberapa pengusaha dan pengrajin daerah yang menampilkan kerajinan tangan seperti kain songket, patung, batik sampai produk makanan khas.

Pameran ini diketuai Ibu Susiati Ma’ruf. Tampak hadir pada pembukaan pemeran Ibu Mufidah Jusuf Kalla (Ketua Umum Dekranas) dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu, diantaranya Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Menbudpar Jero Wacik, Meneg BUMN Sugiharto dan beberapa Duta Besar negara sahabat, serta tamu istimewa, Datin Sri Rosmah Mansyur, istri Wakil PM Malaysia, Mohamad Najib bin Tun Haji Abdul Razak.

Tepat pukul 10.00 Wib, acara dimulai dengan sambutan Joop Ave yang memperkenalkan sejarah Dekranas, dilanjutkan dengan penampilan tari lilin dari Sumatera Barat, kemudian sambutan sekaligus peresmian pameran oleh Presiden SBY.

Presiden SBY di awal sambutannya memberi selamat dan semangat kepada peserta. “ Saya mengucapkan selamat kepada perajin, semoga dengan pameran ini dapat meningkatkan kreatifitas perajin di seluruh Indonesia. Saya yakin produk kita sangat unggul dan tidak kalah dari produk Negara lain,” kata Presiden. Pameran kemudian dibuka oleh Presiden SBY dengan mengucapkan Basmalah, yang diiringi tepuk tangan para undangan dan peserta pameran.

Seusai memberi sambutan, Presiden beserta Ibu Negara didaulat keatas panggung untuk memahat bahan dari kayu yang telah disediakan, dipandu pemahat patung kayu dari Bali Ketut Suyasa. Sementara Ibu Negara didaulat untuk menorehkan batikan pada selembar kain putih, dipandu Ibu Endah, pengrajin batik dari Yogyakarta. Ibu Mufidah Jusuf Kalla juga membatik dibantu Ibu Eni dari Padang. Oleh panitia, Presiden diminta untuk menulis kesan dan pesan sebagai tanda diluncurkannya edisi perdana majalah 'Kriya Indonesia Craft', majalah dwibulanan yang mengupas masalah kerajinan Indonesia.(osa)