Berita Utama

Jangan Gamang, Insya Allah Kita Menang

Jakarta: “Penyelenggaraan pameran kerajinan ini saya anggap penting dan tepat waktu, karena di tengah-tengah upaya pembangunan ekonomi kita, sentra-sentra kerajinan sebagai basis ekonomi kerakyatan perlu terus menerus dikembangkan, “ ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato sambutannya pada pembukaan Pameran Gelar Produk Kerajinan Indonesia 2006 di JCC hari Rabu (22/3) pagi.

Presiden dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono didampingi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Pusat Mufidah Jusuf Kalla tiba di tempat acara tepat pukul 10.00 WIB. Tampak dalam undangan antara lain Meneg Koperasi dan UKM Suryadarma Ali, Menbudpar Jero Wacik, Meneg BUMN Sugiharto, Gubernur DKI Sutiyoso dan beberapa Duta Besar negara sahabat

Presiden mengatakan bahwa keragaman industri di tanah air sangat potensial untuk ditingkatkan menjadi komoditi perdagangan yang memiliki daya saing. “Saya yakin produksi kerajinan kita sangat unggul dan tidak kalah dibandingkan dengan produksi kerajinan negara-negara lain, “ tambahnya. Dari jumlah tenaga kerja yang ada, sekitar dua setengah juta orang bekerja di berbagai sentra kerajinan. Bayangkan kalau masing-masing sentra kerajinan tumbuh berkembang dan kemudian bisa menampung satu atau dua tenaga kerja baru, maka akan bertambah tiga, empat atau lima juta tenaga kerja kita. Ini merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan, “ kata Presiden.

“Seindah atau sebaik apapun produk itu, kalau tidak bisa kita pasarkan dan kita jual tentu tidak mendatangkan keuntungan bagi perajin dan kita semua. Oleh karena itu kita perlu strategi untuk dapat bersaing di pasar global, antara lain dilakukan dengan pengembangan desain dan produk inovasi terbaru. Dengan itu akan terbentuk standarisasi harga yang sesuai dan dapat merebut pasar kerajinan di negara lain, “ ungkap Presiden SBY.

Di era pasar global sekarang ini, masuknya berbagai macam produk seni dari mancanegara tidak dapat kita cegah. “Jangan gamang, jangan meradang, yang penting Insya Allah kita menang. Oleh karena itu saya menghimbau kepada perajin untuk bekerja lebih keras lagi, tingkatkan kreatifitas untuk dapat menciptakan kerajinan yang bermutu dengan harga terjangkau, “ujar Presiden disambut dengan tepuk tangan undangan yang hadir.

Pameran Gelar Produk Kerajinan Indonesia 2006 ini diikuti oleh 425 stand yang terdiri dari Dekranasda Propinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia, para pengusaha kerajinan dan pihak swasta. Pameran ini sendiri berlangsung selama lima hari dari tanggal 22-26 Maret 2006 dan merupakan salah satu rangkaian dari peringatan ulang tahun Dekranas yang ke-26.

“Agar kerajinan kita tumbuh berkembang, ingat rumusnya adalah SMTP. Bukan susu telor tempe dan peyeum, tapi seni modal teknologi dan pasar. Gabungkan itu, seninya tinggi, modalnya ada, jangan lupa teknologinya dibawa, dan pasar dicari. Mudah-mudahan produk kita laku, “ kata Presiden.
(osa)