Berita Utama
Rabu, 22 Maret 2006, 18:22:34 WIB
Presiden Terima Jam'iyyatul Qurrah'wal Huffazh
Pengurus Jamâ??iyyatul Qurraâ??wal Huffazh saat diterima Presiden Rabu (22/3). (foto: muchlis said/presidensby.info)
Menurut Menag Maftuh Basyuni, kedatangan pengurus Jam’iyatul Qurra’wal Huffazh untuk menyampaikan hasil-hasil Musyawarah Nasional III Jam’iyatul Qurra’wal Huffazh, yang dirangkaikan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke V antar Pondok Pesantren Se-Indonesia 2006 yang dilaksanakan di Bumi Ayu Kabupaten Brebes.
Dijelaskan oleh DR.K.H.Achsin Muhammad Sacho, organisasi ini menghimpun berbagai macam penghapal Al-Qurran Al-Karim dan Qarih dan Qariah di seluruh Indonesia. Menurutnya, kebanyakan para penghapal Al-Qur’an dan Qari',Qariah ini kebanyakan di pesantren. "Organisasi ini didirikan oleh K.H Wahid Hasyim, tahun 1951, ” Jelas K.H. Achsin Muhammad Sacho.
Pada tahun 1965 telah diadakan Musabaqah Tilawatil Al-Karim, berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika, dari sinilah kemudian berkembang musabaqah-musabaqah, yang bisa kita kenal saat ini melalui MTQ Nasional yang diadakan setiap tahun,” jelas K.H. Achsin Muhammad Sacho. "Minggu lalu kita mengadakan Munas ke III untuk memilih Syuriah dan Tandfidziah yang baru, dan Allhamdulillah saya terpilih sebagai Syuriah atau Rais Majelis Ilmi, dan sebagai Ketua Umum terpilih Drs.K.H.Muhaimi Zen,M.Ag, " kata Achsin Muhammad Sacho.
Ada beberapa hasil-hasil yang diraih, pertama semangat anak-anak kita di pondok-pondok pesantren untuk menghapalkan Al-Qur'an. Ini adalah suatu hal yang menggembirakan, karena dengan banyaknya anak-anak yang menghapalkan Al-Qur’an maka bisa menciptakan generasi yang qur’ani dan moral-moral keagamaan, tambahnya. (win)



