Berita Utama
Jumat, 24 Maret 2006, 17:00:04 WIB
SBY Buka Kongres Alumni GMNI
Presiden memukul gong tanda dibukanya Kongres Alumni GMNI Jumat (24/3) sore. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Dengan memakai baju lengan panjang warna merah, Presiden SBY langsung menuju ruang pertemuan, dimana telah menanti Taufik Kiemas, yang telah berdiri di pintu utama Ball Room Sahid Hotel. Keduanya berjabat tangan, lantas cium pipi kiri, pipi kanan, disambut aplaus para undangan yang seluruhnya alumni dan kader GMNI. SBY lantas duduk berdampingan dengan Taufik Kiemas di kursi barisan paling depan.
Tampak tokoh-tokoh alumni GMNI yang hadir diantaranya, Sutardjo (Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDIP), Erros Jarot (Ketua Umum PNBK), Siswono Yudhohusodo, Theo Sambuaga (Ketua Komisi I DPR RI), Suko Sudarso, Surya Paloh, Prof.Dr.Sri Sumantri, Roy B.Janis dan lain-lain.
Tanpa laporan Ketua Panitia, acara langsung dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Konsultan Firman Tambun yang lebih banyak mengungkap sejarah GMNI. Kemudian sambutan Presiden, dilanjutkan dengan pemukulan gong tanda dibukanya kongres. Saat memberi sambutan, Presiden membuka dengan teriakan kata "Merdeka!", yang langsung saja disambut gemuruh undangan yang hadir.
“ Sejak muda, waktu itu saya masih SMP, saya telah memiliki keyakinan yang sangat kuat tentang Pancasila. Saya juga memiliki keyakinan yang kuat, hanya dengan rasa kebangsaan, nasionalisme, nasionalisme yang berketuhanan, nasionalisme yang Pancasilais, yang bisa memecahkan kehidupan bangsa. Oleh karena itulah saya masuk GSNI pada waktu itu, “ kata Presiden, disambut tepuk tangan panjang dari undangan dan peserta kongres yang rata-rata memakai baju warna merah. “ Saya bukan alumni GMNI, sekali lagi saya bukan alumni GMNI, karena saya sekolah tentara. Tetapi Pancasila nasionalisme saya tidak akan pernah luntur sampai sekarang ini,” lanjut Presiden.
Sebelumnya, tampil Siswono Yudhohusodo membawakan orasi ilmiahnya berjudul “ Revitalisasi Pancasila dan Kemandirian Bangsa." (win)



