Berita Utama
Jumat, 24 Maret 2006, 17:15:13 WIB
Presiden pada Pembukaan Kongres Alumni GMNI
"Ibu Megawati Mengatakan Silahkan..."
Presiden SBY saat memberi sambutan pada pembukaan Kongres Alumni GMNI, Jumat (24/3/3) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Pada sambutannya Presiden SBY menceritakan dimana ketika satu abad Bung Karno, tepatnya Juni 2001, dirinya diminta untuk menjadi keynote speaker. “ Lima tahun tahun yang lalu, Juni 2001, Presidennya masih Gusdur, Wakil Presidennya Ibu Megawati, dalam peringatan satu abad Bung Karno, saya diminta oleh panitia untuk memberikan pidato kunci. Saya masih ingat, saya menghadap dan konsultasi dengan Ibu Megawati. Saya diminta Ibu untuk membawakan pidato kunci satu abad Bung Karno, tentu saya akan mengangkat pikiran pikiran besar Bung Karno, yang harus kita implementasikan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa,” kata Presiden.
“ Ibu Megawati mengatakan silahkan, lebih baik situ yang ngomong… Kalau saya kan nanti dikira subyektif, karena saya putrinya Bung Karno. Itulah dulu, dan tiga kali sudah saya memberikan , dua kali di Jakarta, satu kali di Solo, dan kemudian ada resepsi satu abad Bung Karno di Istana Bogor, yang saat itu mewakili Presiden dan Wakil Presiden,” kata Presiden.
“ Apabila saudara-saudara pernah menyimak statement saya dalam berbagai forum sejak tahun 2001 sampai sekarang, saya mengingatkan bangsa Indonesia ada 4 konsep dasar, ada fundamental konsensus, yang tidak boleh tercabut dalam perjalanan bangsa ini, dalam keadaan apapun. Yang pertama adalah Pancasila, yang kedua Undang –Undang Dasar 1945, yang ketiga bangunan Negara, sistem yang kita anut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan yang keempat, Bhinneka Tunggal Ika,” jelas SBY.
“Kemajemukan pluralisme Indonesia akan rontok kalau 4 konsep dasar ini tercabut. Saya kira kaum nasionalis, saudara-saudara kita semua, tidak akan membiarkan negaranya rontok. Karena 4 konsep dasar amanah dari faunding father, itulah hasil dari debat panjang pada bulan Juni 1945, akhir Mei, Juni dan Juli. Debat para senior kita dulu, Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Supomo, Ratiman, dan lain-lain. Pahami, baca dan baca berkali-kali. Saya membaca pidato 1 Juni kurang lebih sudah 9 kali, sampai kalimat-kalimatnya pun saya hapal, “ kata Presiden. (win)



