Berita Utama
Senin, 27 Maret 2006, 16:10:34 WIB
Dialog dengan Pengusaha Sepatu Internasional
Presiden: Indonesia Aman!
Presiden didampingi Ibu Ani berdialog dengan karyawan pabrik sepatu PT Panarub Industry, Tangerang, Senin (27/3) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Sebelumnya Presiden menerima laporan dari Dirut PT Panarub Hendrik Sasminto, Plt. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Kemudain saat memberi pengarahan, presiden mengatakan, kompetisi di dunia usaha terutama di era globalisasi ini amat ketat. Untuk bisa lebih kompetitif, maka diharapkan para pengusaha, khususnya di bidang industri sepatu, bisa menciptakan produk – produk yang bisa bersaing dengan negara – negara lain.
Dalam acara dialog dengan para pengusaha industri sepatu internasional yang dipandu Menteri Perdagangan, banyak hal yang ditanyakan oleh para pengusaha, terutama pengusaha dari Taiwan dan Korea. Umumnya yang mereka tanyakan mengenai keamanan. Para pengusaha asing itu berharap kondisi Indonesia aman agar mereka dapat berinvestasi di Indonesia.
Dengan tegas Presiden menjawab, “Indonesia aman." Kata Presiden, "Indonesia aman, tidak seperti yang diberitakan oleh media asing. Hal itu dikarenakan kebanyakan masyarakat mancanegara melihat kondisi Indonesia hanya melalui secuplik gambar kejadian di Indonesia dari CNN, BBC dan televisi - televisi internasional lainnya. Padahal gambaran tentang Indonesia itu tidak bisa dilihat sepotong – sepotong seperti halnya yang ditayangkan di televisi - televisi itu. Secara umum Indonesia adalah negara yang aman. Dan Indonesia akan terus aman," katanya.
Presiden lantas meminjam pepatah dari Padang yang sering dicantumkan di rumah makan – rumah makan Padang. “ Kalau misalnya Anda tidak puas berinvestasi di Indonesia, tolong beritahu kami, sebaliknya bila anda puas berinvestasi di Indonesia, tolong beritahu rekan dan saudara anda di luar negeri untuk datang dan berinvestasi di Indonesia, “ kata Presiden.
Dari Ruang Serba Guna Presiden dan rombongan melanjutkan acara peninjauan ke pabrik, ke PLANT I dan Development Centre, dengan berkendaraan golf car. Presiden meninjau tempat memproduksi sepatu. Presiden juga berdialog dengan para karyawan, menanyakan berapa tahun kerja, berapa penghasilan per bulan. Dan mereka menjawab sesuai UMR yaitu sebesar Rp 825 ribu per bulan, tapi kalau lembur bisa mendapatkan upah sekitar Rp 1 juta lebih sebulannya.
Presiden lantas bertanya, apa yang mereka harapkan. Para karyawan menjawab, mereka berharap dapat hidup lebih baik, terutama masalah ekonomi. Presiden berjanji akan bekerja lebih keras untuk kesejahteraan rakyat. (osa)



