Berita Utama
Senin, 27 Maret 2006, 19:18:36 WIB
Presiden di Tangerang
"Jelas, Pemerintah yang Saya pimpin Pro Tenaga Kerja"
Jakarta: Dalam dunia yang kompetitif maka semua industri di Indonesia termasuk industri sepatu, harus dapat berkompetisi. Agar bisa berkompetisi, kita harus efisien, produktif dan kreatif. Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pengarahannya didepan para pelaku usaha persepatuan internasional di ruang serba guna PT. Panarub Industry Propinsi Banten hari Senin (27/3) sore.
Ini adalah kunjungan kerja Presiden dan Ibu Ani Bambang Yudhoyono yang ketiga kalinya di Propinsi Banten, salah satu propinsi yang memiliki 17 kawasan industri. Dalam kunjungan kerja ini Presiden didampingi Menteri Perindustrian Fahmi Indris, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menakertrans Erman Suparno.
“Saya tidak gamang bersaing dengan negara-negara lain karena kita punya potensi. Oleh karena itu marilah semua pihak, kami sebagai policy-maker, yang menetapkan UU bersama DPR, yang mengeluarkan regulasi bersama-sama dengan asosiasi, pimpinan dunia usaha dan tenaga kerja, bekerjasama sama dan bersinergi dengan baik, “kata Presiden.
Sementara mengomentari unjuk rasa sejumlah kelompok di Propinsi Banten yang mengangkat isu penolakan revisi UU No 13 tentang ketenagakerjaan, Presiden mengatakan, adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. “Dalam negara demokrasi, unjuk rasa itu bagian dari penyampaian pendapat dan keinginan. Namun saya berpesan agar akhirnya dapat diselesaikan dengan jalan yang baik untuk mencapai tujuan yang baik pula, “kata Presiden.
“Mind-set dan kebijakan saya dan juga pemerintahan yang saya pimpin terhadap permasalahan ketenagakerjaan sangat jelas. Kita jelas pro terhadap tenaga kerja. Mereka harus mendapatkan hak-haknya secara adil. Mereka harus mendapatkan penghasilan yang layak. Dengan catatan tenaga kerja tersebut harus disiplin, produktif dan bersama-sama melakukan sesuatu untuk pertumbuhan perusahaannya. Jadi jangan dianggap bahwa pemerintah tidak memperhatikan mereka,” tambahnya.
“Rakyat Indonesia itu cerdas, oleh karena itu jangan melakukan penyesatan yang akhirnya tidak ada hubungannya dengan tujuan pemerintah yaitu mensejahterakan rakyat, “kata Presiden. Maka aspirasi rakyat pasti didengarkan dan kita berusaha sebaik-baiknya untuk dapat memenuhi tuntutan mereka, “ujar Presiden.(osa)



