Berita Utama

2006, Ekspor Sepatu Naik Jadi 1,8 Miliar Dollar AS

Tangerang: Industri sepatu Indonesia mulai menampakkan kecerahan kembali. Setidaknya, itulah yang tergambar saat Presiden SBY didaimpingi Ibu Negara dan beberapa menteri, berkunjung ke pabrik sepatu PT Panarub Industry di Tangerang, Banteng, Senin (27/3). Menteri Perdagangan Mari E Pangestu yang menyertai rombongan, saat memberi sambutan mengatakan nilai ekspor sepatu dari Indonesia tahun 2006 ini akan naik jadi 1,8 miliaqr Dolar AS.

“Kita berharap nilai ekspor sepatu nasional tahun 2006 bisa naik menajdi 1,8 milyar Dollar AS, dan nilai tersebut bisa bertambah bila ada pertumbuhan investasi baru, “ kata Mendag Mari E.Pangestu pada acara yang juga dihadiri para pelaku usaha persepatuan internasional di Indonesia itu. Mari kemudian membuka data, tahun 2001 nilai ekspor sepatu di Indonesia mencapai 1,5 milyar Dollar AS. Pada tahun 2002 turun menjadi hanya 1,15 milyar Dollar AS, dan naik sedikit menjadi 1,18 milyar Dollar AS pada tahun 2003. Tetapi tahun 2004 naik lagi jadi 1,32 milyar Dollar AS, dan tahun 2005 mencapai 1,69 miliar dollar.

Dengan adanya kebijakan antidumping Uni Eropa terhadap Cina dan Vietnam , secara langsung memberikan peluang melipatgandakan pasar dunia yang makin terbuka dalam industri sepatu. “Kita harus tanggap dan proaktif menangkap peluang itu,” kata Mari.

Saat memberi sambutan, Presiden mengungkapkan optimismenya bahwa perekonomian Indonesia akan meningkat terus. “Terus terang, dengan kebangkitan ekonomi Cina mungkin dunia juga khawatir kalau Cina akan tumbuh menjadi super economic power. Saya tahu bahwa iklimnya adalah untuk memberi peluang kepada negara-negara Asia lainnya untuk berkembang. Ini adalah kesempatan, harus dipersiapkan dengan baik, Insya Allah kita dapat tumbuh,”kata Presiden. "Kita bisa bersaing dengan negara-negara lain kalau produk-produk yang kita hasilkan memiliki kualitas bagus dengan harga bersaing. Oleh karena itu industri-industri kita harus kompetitif, better, cheaper and faster. Kalau sudah memiliki kontrak dengan negara lain harus ditepati sehingga kita tidak mengecewakan mereka, “ ujar Presiden.

Pemerintah sangat mendukung rencana untuk mengembangakan industri alas kaki di Indonesia karena industri persepatuan adalah industri yang padat karya sehingga bisa menarik tenaga kerja yang banyak, tambah Presiden. (osa)