Berita Utama

Parlemen RRC Temui Presiden

China Tidak Dukung Gerakan Separatis di Indonesia

Ketua Parlemen China, Jia Qinglin (paling kiri) saat bertemu Presiden SBY, Selasa (28/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Ketua Parlemen China, Jia Qinglin (paling kiri) saat bertemu Presiden SBY, Selasa (28/3) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta : Delegasi Parlemen Republik Rakyat China ( RRC ) yang dipimpin Jia Qinglin, sebagai chairman China’s people Political Consultative Conference, menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (28/3) siang, di Kantor Presiden.

Pada pertemuan yang berlangsung selama 45 menit tersebut, Presiden didampingi Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan A. M Fatwa selaku perwakilan pimpinan DPR.

Dalam keterangan kepada pers, Juru Bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Luar Negeri Dino Patti Djalal menjelaskan, pertemuan tersebut membahas mengenai berbagai masalah bilateral dan regional. “ Chairman Jia Qinglin menyatakan bahwa China sangat ingin meningkatkan hubungan yang luas dengan Indonesia baik di bidang politik, militer, ekonomi, perdagangan. Mereka juga ingin meningkatkan saling berkunjung pejabat – pejabat tinggi kedua negara. Mereka juga menekankan kembali dukungan China terhadap persatuan nasional Indonesia dan bahwasanya RRC sama sekali tidak mendukung gerakan separatis manapun di Indonesia,” kata Dino.

Dikatakan, mengenai penegasan kembali komitmen RRC untuk mengejar target peningkatan perdagangan yaitu sebesar USD 20 milar pada tahun 2008, dan USD 30 milyar pada tahun 2010, sebagai target perdagangan bersama yang akan coba diraih oleh kedua negara. “RRC juga ingin menjalin kerjasama lebih lanjut di bidang penyakit menular, terutama avian flu, dan upaya untuk melawan transnasional crime. Mereka juga menegaskan kembali komitmen RRC untuk program rekonstruksi di Aceh,” kata Dino.

Menurut Dino, Presiden menyambut baik kunjungan ini dan menyambut baik pula hubungan antar parlemen yang sedang dijalin antara Indonesia dan China. “ Presiden menyatakan penegasan kembali dukungan Indonesia terhadap One China Policy dan Presiden menawarkan RRC untuk meningkatkan investasi di bidang energi , terutama di bidang listrik dan batubara di wilayah Kalimantan Tengah, “ kata Dino.

Pertemuan itu menurut Dino juga membicarakan masalah – masalah regional, dan internasional. “Ada satu poin yang ditekankan Presiden, yaitu pentingnya China untuk dapat mendorong tercapainya atau berlangsungnya Six Party Talks, dimana sekarang ini Six Party Talks sedang mandeg atau tidak berjalan. Jadi Presiden menghimbau agar diadakan langkah – langkah untuk kembali menghidupkan proses tersebut, “ kata Dino. ( nnf )