Berita Utama

Kunjungan PM Tony Blair

SBY Ajak Blair Jalan Santai Keliling Taman

Jalan santai kedua pemimpin negara, Kamis (30/3) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Jalan santai kedua pemimpin negara, Kamis (30/3) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Jakarta : Perdana Menteri Inggris Tony Blair, beserta istri Cherrie Blair dan rombongannya, sesuai rencana tiba di Istana Merdeka pukul 09.05, Kamis (30/3). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara menyambut di tangga Istana Merdeka, tanpa upacara kenegaraan karena kunjungan Blair ini sifatnya adalah kunjungan informal. Blair datang dengan baju putih lengan panjang, sedang Presiden memakai kemeja abu-abu, juga lengan panjang.


Seuasi penyambutan, kedua kepala negara melakukan pembicaraan empat mata sekitar 30 menit, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara. Delegasi dari Indonesia yang mendampingi Presiden adalah Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Perekonomian Budiono, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Seskab Sudi Sialalhi, Dubes Indonesia untuk Inggris Marty Natalegawa, Dirjen Amerika Eropa Departemen Luar Negeri RI Eddy Haryadi, dan kedua orang Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

Sedangkan PM Tony Blair didampingi oleh Charles Humfrey Duta Besar Inggris di Indonesia, Nigel Elton Sheinwald sebagai penasihat Perdana Menteri untuk bidang luar negeri, Rochelle Cohen dari Kedutaan Inggris, Samuel Thomas Kelly Juru Bicara, Grace Cassy Sekretaris Pribadi Perdana Menteri, Joanne Gibbons Direktur Untuk Kunjungan dan Program, dan Gavin Anderson Mackay sebagai perwakilan kantor Perdana Menteri.

Selesai pertemuan bilateral, acara dilanjutkan dengan dialog antara Presiden SBY, PM Tony Blair, dan 5 tokoh Islam yang berlangsung di Kantor Presiden. Sebenarnya 6 tokoh yang dijadwalkan hadir, tetapi kemudian Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU berhalangan, sehingga hanya lima yang mengikuti pertemuan itu yaitu Din Syamsuddin (Ketua Muhammadiyah), Azzumardi Azra (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), Nazzarudin Umar (Ketua Pusat Studi Alquran), Cendekiawan muslim yang juga mantan menteri agama Quraish Shihab, dan pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa A'a Gym.

Perpindahan tempat pertemuan dari Istana Merdeka ke kantor kepresidenan, digunakan Presiden mengantar tamunya berkeliling komplek Istana dengan berjalan kaki. Dengan memilih jalan memutar Presiden mengajak PM Tony Blair berjalan kaki mengelilingi taman yang membentang diantara bangunan Istana Negara dan Istana Merdeka. Keluar dari Istana Merdeka, kedua pemimpin pemerintahan itu berjalan kaki melewati Wisma Negara, kemudian Istana Negara hingga tiba di kantor kepresidenan.

Acara jalan –jalan ini tentu saja mengundang perhatian para wartawan media lokal maupun asing untuk mengabadikan peristiwa langka ini, sehingga para wartawan pun tak menghiraukan lagi larangan menginjak rumput di taman kompleks Istana Kepresidenan. Presiden SBY dan PM Tony Blair terlihat sangat menikmati acara jalan – jalan santai ini, sambil berbincang – bincang akrab, tanpa pengawalan yang ketat, dan tanpa pendamping.

Sesampainya di gedung Kantor kepresidenan, Presiden SBY dan PM Tony Blair disambut oleh kelima tokoh Islam yang telah siap untuk mengadakan dialog. Acara dialog berlangsung selama kurang lebih 45 menit, dan kemudian dilanjutkan dengan acara konferensi pers bersama Presiden SBY dan PM Tony Blair yang berlangsung di Press Room. ( nnf )