Berita Utama

Pertemuan SBY - Blair

Disepakati, Terbentuknya UK - Indonesia Islamic Advisory Group

Presiden SBY dan PM Tony Blair memimpin pertemuan bilateral, Kamis (30/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan PM Tony Blair memimpin pertemuan bilateral, Kamis (30/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta : Kunjungan PM Inggris Tony Blair ke Indonesia memiliki arti sangat penting dalam peningkatan hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan United Kingdom. Karena ini merupakan kunjungan Perdana Menteri Inggris yang pertama setelah 21 tahun yang lalu, pada tahun 1985, yaitu kunjungan Perdana Menteri Inggris saat itu Margaret Thacher. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan kepada pers yang dilakukan bersama – sama dengan PM Tony Blair seusai berdialog dengan lima orang tokoh Islam di Kantor Presiden, Kamis ( 30/04).

Pertemuan PM Tony Blair dengan Presiden SBY terbagi dalam tiga bagian, yaitu pertemuan empat mata , pertemuan bilateral, dan dialog Presiden SBY dan PM Blair dengan 5 tokoh Islam Indonesia. Menurut Presiden, semua pertemuan berlangsung dengan konstruktif dan produktif.

“ Dalam pertemuan bilateral, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah dan rakyat Inggris yang telah membantu secara signifikan ketika Aceh dan Nias mengalami bencana tsunami, dan juga ikut serta dalam Aceh Monitoring Mission (AMM ) yang sangat penting dalam proses proses perdamaian yang berlangsung di Aceh sekarang ini. Dan juga terima kasih saya atas kontribusi Inggris yang bersama - sama dengan Indonesia menjadi co sponsor dalam interfaith dialog yang berhasil dengan baik di Bali, tahun lalu, “ kata Presiden.

Agenda pertama yang dibahas oleh kedua pemimpin pemerintahan adalah bidang ekonomi, investasi dan perdagangan. Presiden menjelaskan, investasi Inggris di indonesia termasuk peringkat tinggi, dimana pencapaian tahun lalu adalah terbesar setelah Singapura, dan bahkan realisasinya yang terbesar dengan nilai USD 1,5 Milyar. Demikian juga dengan volume perdagangan yang pencapaiannya cukup tinggi yaitu sebesar USD 1,4 Milyar.

“ Kita berharap investasi dan kerjasama perdagangan dapat kita tingkatkan lebih besar lagi di waktu yang akan datang, dan kedatangan para bisnisman dari Inggris, yang bertemu dengan bisnisman - bisnisman Indonesia diharapkan dapat lebih meningkatkan investasi dan perdagangan antara kedua negara, “ kata Presiden

Pembicaraan di bidang kerjasama sosial, budaya, dan keagamaan, kata Presiden, Indonesia menyambut baik dan ingin terus meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan. Juga Indonesia menyepakati adanya joint scholarship untuk mahasiswa Indonesia belajar di Inggris, dan mahasiswa Inggris belajar di Indonesia.

“ Saya juga menyampaikan harapan agar ditingkatkan kemudahan bagi mahasiswa dan pelajar Indonesia yang ingin belajar di Inggris. Demikian juga di bidang keagamaan, kita bersama – sama ingin membangun suatu kerjasama yang baik untuk mengurangi gap antara dunia Islam dan dunia non Islam, termasuk bagaimana kita bersepakat untuk terus menerus dan mendorong, kalau perlu dengan mensponsori interfaith dialog, intercultural dialog dan dialog - dialog yang lain. Saya juga menyambut baik dan mendukung keputusan bersama kita untuk membentuk UK-Indonesia Islamic Advisory Group yang bisa terus menerus berkomunikasi untuk kepentingan membangun dunia yang damai adil dan sejahtera, “ papar Presiden.

Agenda pembicaraan ketiga adalah masalah penanganan kejahatan transnasional di bidang kerjasama keamanan, dan kerjasama anti terorisme. “ Kerjasama antara Inggris dan Indonesia yang selama ini berjalan dengan baik, baik yang berkaitan dengan reformasi keamanan di Indonesia, termasuk kerjasama di bidang teknik pertahanan dan kemudian juga setuju untuk meningkatkan efektifitas kerjasama di dalam menghadapi kejahatan transnasional seperti terorisme dan illegal logging, dan bentuk - bentuk kejahatan yang lain, “ jelas Presiden.

Sedangkan agenda keempat atau yang terakhir, adalah pembahasan tentang perkembangan dunia, dan perkembangan Asia. “ Kita ingin melakukan peran yang terbaik bagi penyelesaian masalah di Palestina dan Israel, kemudian juga semua yang terjadi di Timur Tengah sekarang ini, dengan pendekatan yang baik dengan policy yg tepat, dengan harapan semua masalah bisa diselesaikan secara adil secara damai dan mengarah ke depan, “ kata Presiden.

“ Kami juga mendiskusikan karena baik di Israel dan Palestina ada kepemimpinan baru, ada administrasi baru pasca pemilu. Tentunya diperlukan pendekatan baru, diperlukan cara – cara baru yang konstruktif yang membangun penyelesaian Palestina dapat dilaksanakan dengan baik, dengan harapan apa yang telah dilakukan selama ini dapat terus dilanjutkan, “ lanjut Presiden.

“ Demikian juga yang terakhir masalah di Asia, saya menyampaikan kepada Perdana Menteri Tony Blair bagaimana kita juga bersama – sama untuk membantu Myanmar menyelesaikan masalahnya dengan baik. Yang pertama adalah kelanjutan dari demokratisasi di Mynmar, tujuh langkah road to democracy harus berjalan dengan baik, ini harapan masyarakat global. Tetapi kita juga ikut membantu bagaimana rekonsiliasi nasional di Myanmar dapat berjalan dengan baik dan tentunya banyak lagi masalah – masalah pentingnya peran baik Inggris maupun Indonesia dalam berbagai forum global dengan harapan sekali lagi tercipta kedamaian regional yang bisa kita jadikan untuk kerjasama yang lebih besar lagi di tingkat dunia, “ kata Presiden.

Mengenai dialog Presiden, PM Tony Blair dengan lima tokoh Islam yang hadir, Presiden menyatakan apresiasinya, bahwa para tokoh yang hadir itu moderat dan kritis. “ Khusus dialog Perdana Menteri, saya dengan para cendikiawan dan ulama mereka semua telah meyampaikan pikirannya, pendapatnya, pandangannya, cukup kritis yang disampaikan oleh para pemimpin Islam kita baik itu yang sifatnya menyangkut policy sampai dengan pesan - pesan moral yang disampaikan.”

“ Sebab semuanya dalam upaya untuk sekali lagi membangun tata dunia yang adil yang damai dan makin sejahtera. Dengan dialog tadi makin yakin bahwa diperlukan suatu forum untuk terus menerus melaksanakan interfaith dialog, intercultural dialog dan banyak lagi dialog. Oleh karena itu kami sepakat untuk membentuk yang disebut UK- Indonesia Partnership Forum yang akan dipimpin menteri luar negeri kedua negara dan mudah - mudahan kita bisa meningkatkan lagi kerjasama di waktu yang akan datang , demikian lah penjelasan saya, “ kata Presiden menutup keterangan pers nya. ( nnf )