Berita Utama

Perilaku Lama KKN BUMN Harus Ditinggalkan

Presiden SBY saat meresmikan Pabrik Pupuk Kujang 1B di Cikampek, Jabar, Senin (3/3) siang. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY saat meresmikan Pabrik Pupuk Kujang 1B di Cikampek, Jabar, Senin (3/3) siang. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Cikampek : Presiden mengingatkan BUMN untuk tidak lagi menggunakan cara – cara manajemen perusahaan yang tertutup, karena zaman telah berubah. Hal itu disampaikan Presiden dalam pengarahannya kepada manajemen PT.Pupuk Kujang, yang pabriknya baru saja diresmikan Presiden Senin sore ( 03/04/06).

” Kepada seluruh jajaran PT Pupuk Kujang, saya berpesan, agar menjaga dan memelihara semua fasilitas baru yang dimiliki ini, agar kegiatan produksi berjalan dengan lancar. Manajemen perusahaan ini haruslah membuka diri terhadap saran dan masukan yang konstruktif yang datang dari pihak manapun juga. Jangan ada kesan bahwa manajemen perusahaan tertutup. Zaman kini telah berubah. Kita kini telah berada di era keterbukaan. Semua langkah dan kebijakan yang diambil haruslah dapat dipertanggung-jawabkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, ” kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan PT Pupuk Kujang, sebagai BUMN, mampu membaca arah dan kebijakan umum Pemerintah, baik di bidang industri maupun di bidang pertanian. Presiden juga menyatakan bahwa langkah PT Pupuk Kujang membangun pabrik yang baru untuk meningkatkan kapasitas produksi, telah sejalan dengan kebijakan umum Pemerintah.

Presiden juga menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memberantas KKN, terutama di BUMN.

”Saya juga minta kepada seluruh jajaran manajemen, untuk meningkatkan efisiensi dan menghilangkan praktik-praktik mark-up dalam pengadaan barang dan jasa. Perusahaan harus benar-benar sehat dan pengelolaannya benar-benar harus dilakukan secara profesional, ” tegas Presiden.

Presiden SBY juga meminta BUMN meninggalkan perilaku lama seperti kolusi, korupsi dan nepotisme yang telah merusak BUMN dan juga telah merusak bangsa dan negara Indonesia.

"BUMN harus memberikan sumbangan bagi kemajuan bangsa dan negara, bukan sebaliknya menjadi beban. Bekerjalah dengan idealisme yang tinggi. Kita harus mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan pribadi, keluarga dan golongan. Negara kita ini hanya akan maju, jika para pemimpinnya, termasuk pula pengelola BUMN, benar-benar memiliki idealisme yang tinggi untuk memajukan bangsa dan negara, ” pungkas Presiden.( nnf )