Berita Utama
Selasa, 4 April 2006, 14:25:50 WIB
Antara Makassar-Ambon Menuju Papua
Di Dalam Pesawat, SBY Ciptakan Lagu Baru
SBY menyanyikan lagu ciptaannya di pesawat, didampingi Sudi Silalahi dan Dino Patti Djalal, Selasa (4/4). (foto: anung/presidensby.info)
Tidak berhenti di situ. SBY pun menyanyikan langsung lagu baru ciptaannya itu. Mereka yang beruntung menjadi penyaksi sekaligus penikmat pertama lagu “Kawan” tadi adalah Menkopolhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Termasuk Ibu Negara Ani Yudhoyono, para staf kepresidenan dan para wartawan yang ikut dalam rombongan kunjungan kerja Presiden ke Papua.
Perjalanan Makassar-Ambon-Papua memang cukup panjang , sehingga cukup waktu bagi SBY melakukan perenungan, corat-coret tulisan sampai akhirnya lagu tadi tercipta. Jadi, tatkala pesawat mengarungi angkasa menuju Papua, ilham bikin lagu rupanya datang menghampiri SBY. Proses kreatif terciptanya lagu itu di kursi penumpang pesawat, jelas menjadi cerita tersendiri.
“Kawan” sejauh ini jadi lagu paling mutakhir SBY selama menjadi Presiden Ke-6 RI. Lha, berarti ini bukan kali pertama? Iya, lagu sebelumnya adalah “Rinduku Padamu”, diciptakan SBY tepat 1 April lalu. Jadi, dalam 1 pekan terakhir, SBY sudah membuat 2 lagu.
Cukup produktif SBY menciptakan karya-karya seni. Khusus lagu-lagu ciptaannya, boleh jadi, bakal dikumpulkan menjadi album tersendiri. Album atau kumpulan lagu itu kelak dinyanyikan penyanyi profesional. Kendati SBY dikenal bersuara empuk dan lumayan merdu, namun untuk membawakan lagu-lagu yang bakal dialbumkannya itu SBY lebih memilih mereka yang profesional di bidang tarik suara.
Selain lagu, SBY yang dulu kerap menulis kolom di media, juga piawai menulis puisi. Penyair kondang seperti Mustofa Bisri, ketika mengomentari Buku Kumpulan Puisi SBY “Taman Kehidupan” (Jakarta:2004), turut kagum. Salah satu judul puisi SBY yang disukai Bisri adalah berjudul “Demi Waktu”, selain juga “Pelabuhan Akhir” atau “Kangen”.
Puisi-puisi SBY, seperti kebanyakan penyair, tak jauh dari tema cinta, hening, balada, kerinduan, keagungan Tuhan, selain juga puisi protes sosial-politik. Tatkala membaca puisi cinta SBY, orang seperti tak yakin yang menuliskannya adalah SBY dan bukan penyair hebat Si Burung Merak Rendra.
Begitu pula lagu-lagu SBY, yang temanya juga tak jauh dari karakter puisi-puisinya, seperti dua lagu terakhir karyanya, “Rinduku Padamu” dan “Kawan” tadi. Tak banyak yang menyangka sosok yang kini Presiden Ke-6 RI sesungguhnya memiliki bakat-bakat seni.
Bagi Jubir Kepresidenan Andi Alifian Mallarangeng, karya kreatif seni SBY sebenarnya sudah lama. Termasuk di situ bakat dan hobi seni suara, lagu atau musik.
“Ketika SMA dan di Akademi Militer, Presiden SBY kan sudah main band,”kata Mallarangeng.
Keterlibatan SBY dalam seni bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Jika imajinasi,ilham dan perasaan datang bersamaan, kreasi seni SBY pun lahir.
“Presiden memiliki jiwa seni yang tinggi dan itu kerap muncul dalam situasi-situasi tertentu. Jiwa seni beliau mempertajam, memberi ilham-ilham baru, memperhalus cita-rasa, dan memberikan kejernihan hati dan pikiran beliau dalam pengambilan keputusan,”papar Mallarangeng.
Khusus lagu-lagu SBY yang kelak dialbumkan, termasuk siapa penyanyi atau penyanyi-penyanyinya, belum diketahui. Kita tunggu dan doakan saja kemunculan Album Lagu SBY itu. (rp)



