Berita Utama

Setibanya di Bima

Presiden Tabur Benih Ikan di Bendungan Pelaparado

Presiden dan Ibu Negara menabur benih pi bendungan Pelaparado, Rabu (5/4). (foto: anung/presidensby.info)
Presiden dan Ibu Negara menabur benih pi bendungan Pelaparado, Rabu (5/4). (foto: anung/presidensby.info)
Bima: Begitu tiba di Bima, NTB, Rabu (5/4) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara dan rombongan langsung menuju ke bendungan Pelaparado di Kabupaten Bima. Di bendungan ini, Bupati Bima, Ferri Zulkarnaen, Ketua DPRD serta Muspida Kabupaten Bima masing-masing bersama istri, menyambut rombongan Presiden SBY.

Peninjuan ke bendungan diawali dengan paparan dari Ferri Zulkarnaen, yang antara lain menjelaskan bendungan Pelaparado ini diresmikan oleh Presiden SBY dari jarak jauh pada tanggal 31 Oktober 2005, ketika SBY melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTB. Kata Ferri, fungsi bendungan ini antara lain untuk mengairi areal lahan sawah seluas 4.014 Ha, penyediaan air baku 250 liter/detik, untuk PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) mikrohidro berkapasitas 250 KVA, untuk penyediaan air tawar bagi tambak seluas 350 Ha, untuk pengendalian banjir, untuk perikanan darat serta obyek pariwisata.

Pembangunan bendungan Pelaparado dikerjakan dalam waktu 70 bulan, sejak 18 Februari 1999 sampai 18 Desember 2004. Bendungan ini berada di Sungai Parado, dan terletak di Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, atau sekitar 46 Km. ke arah barat daya kota Raba, ibukota Kabupaten Bima.

Dalam sambutannya yang tanpa teks, Presiden antara lain mengungkapkan kebahagiannya karena bisa berkunjung ke Bima. “Alhamdulilah, saya dan menteri-menteri yang lain dapat berkunjung ke Kabupaten Bima. Kami dapat bersilaturahmi, bertatap muka dan Insya Allah dapat membangkitkan semangat untuk membangun Kabupaten Bima menuju masa depan yang lebih baik,” kata Presiden. “Bendungan ini multiguna. Oleh karena itu mari kita tingkatkan dengan cara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat bersatu padu untuk benar-benar menggunakan bendungan ini sehingga benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Presiden.

Lebih lanjut Presiden berpesan agar masyarakat bersama-sama dengan pemerintah membangun ketahanan pangan untuk rakyat Indonesia sendiri sehingga tidak ada saudara-saudara kita lagi yang terkena krisis pangan. “Insya Allah kalau kita betul-betul bekerja dan berusaha dengan baik, akan datang saatnya Indonesia berkecukupan dalam pangan, dan tidak mustahil kita bisa mengeksport beras nantinya ke negara-negara lain. Karena dari tahun ke tahun impor beras kita sudah menurun. Tahun ini hanya 83.000 ton. Kalau pertanian kita ditingkatkan di seluruh Indonesia, dan bendungan ini menjadi bagian peningkatan produksi sawah, maka Insya Allah jumlahnya akan cukup, bahkan lebih,” katanya.

Saat ini, ketinggian air di bendungan Pelaparado sekitar 150 meter, dikelilingi perbukitan hijau hingga menambah keindahan bendungan. Tampak masyarakat dari dalam mapun luar kota Bima memanfaatkan bendungan ini untuk berekreasi dan memancing.

Dalam peninjauannya ke bendungan Pelaparado, Presiden SBY menabur benih berbagai jenis ikan, antara lain ikan nila merah, tawes dan ikan samper. Selesai acara, rombongan Presiden segera menuju ke kediaman Bupati Bima, tempat Presiden beserta Ibu Negara menginap.

Kamis (6/4) pagi, Presiden, Ibu Negara dan para menteri dijadwalkan meninjau peternakan rakyat Doro Ncanga di Kabupaten Dompu. Beberapa menteri yang menyertai kunjungan ini antara lain Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri pertanian Anton Apriyantono, Seskab Sudi Silalahi, dua jubir Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, serta Rektor IPB Ahmad Anshori Mattjik. (osa)