Berita Utama
Rabu, 5 April 2006, 12:15:43 WIB
Presiden di Merauke:
Kita Selesaikan Masalah Papua Secara Adil dan Bermartabat
Presiden dan Ibu Negara mengawali panen raya di Kecamatan Tanah Miring, Kabupetan Merauke, Rabu (5/4) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Hal itu dikatakan Presiden SBY, Rabu (5/4) pagi, ketika memberikan sambutan pada acara panen raya padi musim tanam 2005/2006 di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, yang dihadiri para petani, masyarakat, tokoh masyarakat, Bupati se-Papua serta para undangan yang memenuhi tenda besar.
“Kita tidak menginginkan pihak luar dari manapun datangnya untuk turut campur urusan dalam negeri kita. Dan kita juga telah bertekad untuk menyelesaikan semua masalah di Papua secara damai, adil dan bermartabat. Saya yakin penyelesaian seperti itu akan diterima serta akan memuaskan semua pihak,” kata Presiden.
“Saudara-saudara warga Papua, adalah saudara kami sendiri. Saudara-saudara semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia. Sebagai sesama saudara, tidak mungkin kami bertindak tidak adil. Kalau di sana-sini terdapat kekurangan dalam menerapkan kebijakan, maka kekurangan seperti itu sesungguhnya juga terjadi didaerah lain,” lanjut Kepala Negara.
“ Kita hanyalah manusia biasa, yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan . Namun yakinlah, tidak ada niat dan kesengajaan untuk melakukan kesalahan kepada rakyat di manapun berada di negeri kita ini. Rakyat yang sama –sama kita cintai,” tambahnya.
Lebih jauh Presiden mengatakan, “Pemerintah tidak pernah berpikir dan berniat untuk mengeksploitasi kekayaan provinsi ini untuk kepentingan daerah-daerah lain. Kita menyadari betapa pentingnya kebersamaan, kita ingin bergerak maju bersama, bagi semua suku, semua kelompok masyarakat, dan semua daerah di seluruh tanah air,” kata SBY.
“ Kita Semua akan tetap memegang teguh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kemajemukan yang telah menjadi semboyan bangsa kita sejak berabad-abad yang lalu , masyarakat Papua dengan keunikan sosial budayanya, tetap mendapatkan tempat yang terhormat baik dalam konstitusi maupun dalam perundang-undangan yang berlaku,” kata Presiden SBY. “ Kita telah membentuk Majelis Rakyat Papua. Sebagai representasi adat budaya serta agama dan kaum perempuan, kitapun sama-sama menghormati hak-hak masyarakat berdasarkan hukum adat, sepanjang hal itu masih hidup dalam kenyataan sehari-hari,” tambahnya.
Seusai memberikan sambutan, Presiden SBY menabuh kandara atau kendang tradisional suku Asmat, sebagai tanda dimulainya panen raya padi dan juga melakukan penandatanganan prasasti sebagai tadi peresmian gedung Sekolah Tinggi Teknologi Merauke. Ibu Ani juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa sepuluh unit komputer lengkap kepada Bupati Merauke. (win)



