Berita Utama
Kamis, 6 April 2006, 11:10:02 WIB
Presiden di Kabupaten Dompu, NTB
P. Sumbawa Bebas Penyakit Hewan Ternak
Dompu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Ibu Negara didampingi Gubernur NTB, Lalu Serinata dan istri, pagi-pagi hari Kamis (6/4) sudah meninggalkan kota Bima menuju padang savana Doro Ncana di Kabupaten Dompu, untuk meninjau peternakan rakyat sekaligus juga berdialog dengan para peternak. Bima dan Dompu berada di Pulau Sumbawa, masuk wilayah NTB (Nusa Tenggara Barat).Dengan menggunakan helikopter Super Puma milik TNI-AU, Presiden tiba di Doro Ncana pukul 9.50 Wita. Jarak Bima – Doro Ncana bila ditempuh dengan kendaraan darat membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam, sedang kalau menggunakan heli butuh waktu 45 menit.
Di Doro Ncana, ribuan rakyat menyambut kedatangan Presiden dan rombongan. Tampak pula menyambut antara lain Bupati Dompu Abubakar Ahmad, Ketua DPRD dan Muspida Kab.Dompu, masing beserta istri. Sedang rombongan Presiden diantaranya Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Seskab Sudi Silalahi, dua jubir Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng, serta Rektor IPB Ahmad Anshori Mattjik.
Acara dimulai dengan sambutan Gubernur NTB Lalu Serinata, yang melaporkan keadaan dan perkembangan Provinsi NTB. Kemudian Mentan Anton Apriyantono, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pulau Sumbawa di NTB bebas dari penyakit Brucellosis yang biasa diderita hewan ternak sapi dan kerbau. Mentan juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur NTB karena dianggap berhasil memberantas penyakit yang bisa menewaskan hewan ternak di wilayah kerjanya itu.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengungkapkan kebahagaiannya karena Kabupaten Dompu bebas dari penyakit antrax. “Kepada masyarakat luas saya minta jangan ragu untuk mengkonsumsi daging ternak dari daerah ini. Semalam, di Bima, saya menikmati daging sapi dari Kabupaten Dompu, sehat dan rasanya enak,” kata Presiden, disambut tepuk tangan masyarakat peternak dan para undangan .
Dalam acara dialog yang diadakan kemudian, Presiden memperhatikan masukan-masukan dan keluhan para peternak Dompu, yang antara lain soal sulitnya mereka mendapatkan air, apalagi pada musim kemarau. Mereka berharap pemerintah dapat membangun sebuah bendungan. Peternak juga mengeluhkan kondisi jalan yang umumnya rusak, sehingga menyulitkan untuk mengangkut ternak maupun hasil pertaniaan rakyat.
Seusai dialog, Presiden, Ibu Negara dan para menteri meninjau kawasan perternakan Doro Ncana yang dikelola masyarakat. Selesai meninjau peternakan, dengan heli rombongan kemudian terbang ke kota Dompu. (osa)



