Berita Utama
Kamis, 6 April 2006, 11:40:11 WIB
Dialog Presiden dengan Peternak Dompu
Dompu: Dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke padang pengembalaan ternak Doro Ncanga di Kabupaten Dompu hari Kamis (6/4) siang, Presiden juga berdialog dengan para peternak se-Kabupaten Dompu. Dipandu Bupati Dompu Abubakar Ahmad, acara dialog berlangsung akrab, santai tetapi tertib.Arizal, anggota kelompok ternak Doro Ncanga menyampaikan persoalan legalitas lahan pengembalaan ternak. Masyarakat menghawatirkan bila pemerintahan telah berganti, maka lahan pengembalaan ternak Doro Ncanga ini akan dialihfungsikan untuk kegiatan lain. Padahal banyak rakyat yang sangat tergantung dengan usaha ternak. Masyarakat menghendaki Presiden merekomendasikan Doro Ncanga sebagai lahan pengembalaan.
Menjawab kekhawatiran Arizal, Presiden mengatakan, “Saya ingin keunggulan masing-masing kabupaten dan provinsi ditingkatkan. Bila Lampung unggul dalam pengelolaan kelapa sawit dan peternakan udang, Pulau Buru berpotensi untuk menjadi lumbung padi, maka disitulah harus kita kembangkan karena memang bagus dan cocok untuk dikembangkan di sana jangan malah dialihkan untuk usaha yang lain. Jadi bila Dompu berpotensi sebagai wilayah pengembalaan ternak dan potensinya masih besar, maka kita harus menggali potensi itu, dan tidak harus dialihfungsikan. Kita hidupkan dan besarkan keunggulan daerah masing-masing, sehingga secara nasional Indonesia tidak perlu khawatir karena ada daerah yang unggul beras, unggul daging, unggul kedelai dan lain lainnya,” kata Presiden.
Siti Hadijah Samsudin, yang memiliki kerbau sebanyak 40 ekor menyampaikan adanya kendala yang dialami oleh peternak Dompu yaitu kekurangan air sehingga pada musim kemarau banyak sekali ternak yang mati karena kelaparan dan kehausan akibat kekurangan air minum.
Menjawab Siti Hadijah, SBY berkata, pemerintah memang ingin terus menambah jumlah air bersih. “Beberapa tempat sudah mulai kita lakukan. Saya kira Dompu dengan keadaan seperti ini memerlukan program yang bisa segera dilakukan untuk menambah kebutuhan air. Tolong saja Bapak Bupati dan Gubernur, segera direncanakan dan dilaporkan kepada saya pada akhir bulan Mei atau awal Juni, dan akan kita diskusikan juga dengan menteri-menteri terkait. Yang perlu diingat adalah bahwa anggaran negara tidak melimpah ruah, tetapi harus kita gunakan untuk kepentingan yang baik dan mendesak. Menurut saya menambah air untuk Kabupaten Dompu adalah untuk kepentingan yang baik. Tentunya program ini akan dilakukan secara bertahap,” kata Presiden.
Seorang peternak bernama Pela mengeluhkan tentang kondisi jalan di pelosok desa di Kabupaten Dompu yang rusak parah, sehingga menyulitkan peternak dan petani untuk mengirimkan hasil tani dan ternak mereka ke kota. Kalaupun mereka dapat mengirimkan hasil ternak dan pertanian ke kota, harganya jadi rendah karena terlalu lama di jalan.
Jawab Presiden, “Belum lama ini Menteri PU saya tugasi untuk memeriksa ruas jalan yang rusak seperti Trans Sumatera, Pantai Utara Jawa, Trans Kalimantan dan daerah-daerah lainnya. Karena masih terbatasnya anggaran pemerintah, maka kita akan melakukan pembangunan jalan di seluruh Indonesia secara bertahap. Saya akan tugaskan Menteri Daerah Tertinggal Pak Saifullah Yusuf untuk datang ke Dompu, untuk melihat jalan yang ada dan membandingkan dengan daerah yang lain. Mudah-mudahan di Dompu ini bisa dimasukkan ke dalam perencanaan perbaikan jalan ini. Saya tidak senang berjanji, tapi akan kita lihat lagi mana yang akan menjadi prioritas dan untuk yang lainnya pada tahapan berikutnya dapat kita selesaikan,” kata Presiden..
Ditambahkan, “Saya senang sekali berdialog langsung dengan masyarakat karena apa yang disampaikan masyarakat adalah menggambarkan keinginan rakyat. Belum tentu yang mengatasnamakan rakyat itu betul-betul untuk kepentingan rakyat, ”kata Presiden, disambut tepuk tangan para peternak dan undangan. (osa)



