


Kamis, 6 April 2006, 11:20:38 WIB
Presiden di Hadapan Peternak NTB
Dompu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekagumannya pada pemandangan alam yang dilihatnya pada waktu terbang dengan helikopter dari Bima menuju Doro Ncanga Kabupaten Dompu, NTB. “Yang dianugerahkan Allah berupa tanah, daratan dan lautan ini harus kita jaga dan sumber-sumbernya harus kita kelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyat,” kata Presiden mengawali sambutannya, pada acara tatap muka Presiden RI dengan peternak di padang penggembalaan ternak Doro Ncanga hari Kamis (6/4) pagi
“Kunjungan kerja saya kali ini merupakan rangkaian kunjungan dalam rangka mendorong peningkatan ketahanan pangan di tanah air. Beberapa waktu lalu saya menghadiri panen raya padi di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Kemarin saya menghadiri kegiatan yang sama di Kabupaten Merauke , Papua. Dua hari sebelum ke Merauke, saya meresmikan Pabrik Pupuk Kujang 1B di Cikampek, Jabar. Kunjungan ke berbagai tempat ini saya anggap penting, karena kita menaruh perhatian besar terhadap segala upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional, “ kata Presiden di hadapan para peternak dan masyarakat se-Kabupaten Dompu.
“Sebagai negara agraris yang kaya sumber daya alam, kita sangat berkepentingan untuk melakukan revitalisasi atau peningkatan kembali pertanian, termasuk di dalamnya peternakan. Hal itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran akan arti penting pertanian yang memiliki peran strategis dalam pembangunan. Dengan revitalisasi pertanian para petani dan peternak memiliki akses terhadap sumber daya produktif dan permodalan, dan memiliki kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik,” tambah Presiden.
Jika bangsa kita berkecukupan gizi tinggi, Insya Allah kita akan memiliki SDM yang sehat, cerdas dan kuat. Kalau manusia-manusia Indonesia termasuk yang ada di Dompu kuat, sehat dan cerdas maka, daya saingnya akan tinggi, tidak kalah dengan manusia-manusia yang lain.
Presiden juga berpesan agar usaha beternak sapi jangan hanya dijadikan pekerjaan sampingan seperti yang selama ini banyak dilakukan masyarakat, karena hasilnya tentu tidak akan maksimal. Alangkah baiknya bila kegiatan beternak sapi ini dijadikan mata pencaharian utama sehingga hasil yang didapat bisa lebih baik.
“Kita menyadari bahwa kebutuhan konsumsi daging di tanah air baru terpenuhi 56 persen oleh daging ayam. Daging sapi baru terpenuhi 23 persen. Masih banyak yang mau beli, dan masih banyak pasarnya. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi para peternak, pengusaha peternakan dan bagi pemerintah. Khusus untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, kita masih mengimpor 50 ribu ton daging dan 400 ribu ekor sapi setiap tahunnya dari negara lain. Mari kita mulai untuk tidak mengimpor, syukur-syukur kalau kita malah mengekspor agar yang untung adalah peternak kita,” ujar Presiden.
Untuk mengisi peluang yang terbuka lebar, Departemen Pertanian telah mempersiapkan program kecukupan daging sapi tahun 2010. Program tersebut tentunya dapat dilakukan dengan berbagai upaya melibatkan semua pihak. Presiden Yudhoyono mengingatkan bahwa pemerintah terus mendorong partisipasi seluruh masyarakat dalam usaha budi daya ternak, meningkatkan mutu, mengendalikan penyakit dan ganggungan reproduksi, serta mencegah pemotongan ternak betina yang produktif.
Presiden menyatakan bahwa kawasan peternakan sapi di NTB bebas dari penyakit Antrax. Saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak ragu-ragu mengkonsumsi daging sapi yang berasal dari daerah ini. Tadi malam saya juga sudah makan daging sapi dari daerah ini.
Di akhir sambutannya Presiden menghimbau kepada Pemda swetempat untuk selalu membantu para peternak dan memberikan kemudahan bagi mereka untuk mengembangkan peternakannya. (osa)
