Berita Utama

SBY Dialog dengan Asosiasi Pengusaha dan Pekerja

Hidupkan Kembali Forum Tripartit

Presiden SBY bersama beberapa peserta sebelum dialog pemerintah, pengusaha dan perwakilan pekerja hari Jumat (7/4) siang.  (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY bersama beberapa peserta sebelum dialog pemerintah, pengusaha dan perwakilan pekerja hari Jumat (7/4) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden SBY, hari Jumat (7/4) seusai sholat Jumat menerima asosiasi pengusaha dan asosiasi pekerja, di Wisma Negara lt 3, kompleks Istana Kepresidenan. Mereka yang diterima dan diajak berdialog soal isu revisi UU No.13/2003 itu adalah pimpinan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), SPSI Reformasi, Serikat Pekerja BUMN, Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Serikat Pekerja Methal, KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera indonesia), Serikat Pekerja BUN, SPSI dan Sarbumusi.

Ketika menerima dan berdialog dengan mereka, Presiden didampingi antara lain Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo A.S., Menko Perekonomian Budiono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menkominfo Sofyan Djalil , Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Susetta, Seskab Sudi Silalahi.

Seusai pertemuan itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan kepada wartawan, pembicaraan tidak membicarakan substansi, tetapi masing - masing pihak saling pendapatnya secara terbuka. "Menurut Presiden, pertemuan pada hari ini tidak untuk melakukan penyelesaian pada hari ini juga, tetapi ini merupakan rangkaian awal dari penyelesaian - penyelesaian permasalahan ekonomi nasional, khususnya yang berhubungan dengan masalah tenaga kerja, " kata Ical.

Ditambahkan, Presiden menyatakan ada tiga pilar yang disampaikan pada pembukaan pertemuan yang harus menjadi wacana dari semua pihak yang berkepentingan, atau stake holders di dalam masalah tenaga kerjaan, yaitu proteksi tenaga kerja, kesejahteraan tenaga kerja, dan hak - hak tenaga kerja sebagai pilar pertama. Pilar kedua adalah tumbuhnya perusahaan - perusahaan di Indonesia, tumbuh dengan baik dan berkembang dengan baik. Sedang pilar ketiga adalah tumbuhnya dunia usaha dan ekonomi nasional.

Pada pertemuan tersebut, menurut Ical, desakan untuk dihidupkannya kembali forum tripartit yang terdiri dari pengusaha, serikat pekerja dan pemerintah sangatlah kuat. " Kita telah mempunyai satu forum tripartit yang dianggap oleh semua pihak, untuk membicarakan kembali dari mula mengenai perlu atau tidaknya revisi UU Tenaga Kerja itu, apabila perlu direvisi kapan akan dilaksanakan, maka itu harus merupakan usulan dari Forum Tripartit Nasional tersebut, " katanya.

Kata Aburizal, Presiden pada akhir pertemuan mengatakan, pemerintah melakukan pembangunan ini dengan dua tujuan yaitu menggurangi pengangguran dan mengurangi kemiskinan. "Dan di dalam penyelesaian masalah - masalah yang menghambat investasi, itu diselesaikan secara serentak yaitu penyelesaian korupsi, birokrasi, pembangunan infrastruktur, law enforrcement dan perburuhan. Presiden juga menyatakan yang paling penting bahwa tujuan pembangunan itu adanya job creation, adalah dengan investasi. Maka Presiden besok sore akan memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai masalah - masalah pembangunan secara umum, khususnya menyangkut masalah ketenagakerjaan. Di sini beliau mengatakan akan melakukan suatu evaluasi terhadap pelaksanaan UU No. 13 th 2003 yang hendaknya dilakukan oleh satu lembaga universitas yang terpercaya, dan selanjutnya draft bagi perbaikan - perbaikan revisi ini hendaknya dibicarakan kembali dalam forum tripartit, " jelas Aburizal Bakrie, didampingi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, serta beberapa pimpinan asosiasi pekerja.

"Hidupkan kembali secara aktif suatu forum tripartit ini yang mewakili dunia usaha, serikat pekerja dan buruh, dan pemerintah. Kepada Menteri Tenaga Kerja telah ditugaskan untuk segera memulai satu forum tripartit ini sebagai satu tanggapan semua pembicaraan - pembicaraan yang berkembang pada hari ini, " kata Ical menutup konferensi pers nya. (nnf)