Berita Utama

PM Belanda Bertemu Presiden

Pembicaraan Disemangati Lembaran Baru

Presiden SBY dan PM Jan Peter Balkenende di Istana Merdeka, Sabtu (8/4) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY dan PM Jan Peter Balkenende di Istana Merdeka, Sabtu (8/4) pagi. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Jakarta : Sabtu (8/4) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Perdana Menteri Belanda, H.E.DR. Jan Peter Balkenende. Tepat pukul 10.00 Wib, Jan Peter Barkenende tiba di Istana Merdeka, disambut SBY yang langsung mengajaknya menuju ruang pertemuan, untuk melakukan pembicaraan empat mata, dilanjutkan dengan pembicaraan bilateral.

Presiden SBY didampingi Menkopolkam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono. Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Soedibyo, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Sedang PM Belanda didampingi Nikolaus Van Dam (Dubes Belanda di Indonesia), Piter de Gooijer (Deputi Dirjen Politik Deplu), Rob Swartbol (Penasehat Kebijakan Luar Negeri), dan Gerand Van der Wulp (Direktur Bidang Informasi).

Usai pertemuan. Presiden SBY didampingi PM Jan Peter Balkenende kepada wartawan menjelaskan hasil-hasil pertemuan. “ Kami tadi membahas berbagai isu dengan sangat positif, konstruktif, dan mengarah pada peningkatan kerjasama dan persahabatan di masa yang akan datang. Tentu saja pembicaraan kami disemangati oleh lembaran baru dalam hubungan kerjasama Indonesia dan Belanda, lebih-lebih setelah setelah kedatangan Menteri Luar Negeri pada hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus tahun lalu,” kata Presiden.

Ditambahkan, “ Kami tadi juga membicarakan kerjasama peningkatan investasi dan perdagangan. Perlu diketahui investasi kerajaan Belanda di Indonesia tahun 2005 berjumlah 472 juta Dollar AS, naik dari tahun 2004 yang jumlahnya 260 juta Dollar AS. Kita berharap dapat terus di tingkatkan,” kata Presiden.

“Di bidang perdagangan, juga telah terjadi peningkatan volume, yang tahun lalu berjumlah 2,6 milyar Dollar AS. Harapan kita, ini bisa ditingkatkan lagi, mengingat masih banyak potensi perdagangan yang dilakukan antara Indonesia dan Belanda.” Selain itu, tambah Presiden, juga dibahas masalah peningkatan kerjasama pendidikan, budaya dan keamanan khususnya kejahatan trans nasional, dan terorisme.

Dalam penjelasan pers bersama kedua pemimpin negara itu, SBY juga mengatakan bahwa Indonesia akan segera memberikan fasilitas Visa on Arrival (VoA) bagi masyarakat bisnis dan turis asal Belanda yang akan mengunjungi Indonesia. VoA tersebut, kata SBY, akan diberikan untuk peningkatan hubungan kedua negara di bidang perekonomian dan pariwisata.

Saat diberi kesempatan berbicara, Jan Peter Balkenende mengucapkan terima kasihnya pada Pemerintah Indonesia yang akan menerapkan VoA kepada warga Belanda, yang diyakininya dapat meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan Belanda dan Indonesia. "Visa on Arival ini akan lebih mempermudah hubungan kedua negara, terutama dalam bidang investasi," katanya.

Pada kesempatan itu PM Belanda menegaskan kembali posisi Belanda yang mengakui secara penuh Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, serta kedaulatan RI atas Papua. Masalah Papua, katanya, adalah masalah dalam negeri Indonesia. (win)