Berita Utama
Sabtu, 8 April 2006, 22:40:42 WIB
SBY Hadiri Jamuan Dinner UNESCAP
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu (8/4) menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP) di Hall 2 Jakarta Convention Center (JCC). Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi ini berlangsung sejak tanggal 6 hingga 8 April 2006.Tepat pukul 19.00 Presiden SBY beserta rombongan tiba di JCC disambut Sekretaris Eksekutif UNESCAP Dr. Kim Hak-Su dan Menlu Hassan Wirajudha, langsung menuju Hall 2 JCC. Di ruang besar itu telah menanti para peserta dan undangan Sidang ke 62 UNESCAP.
Pada kesempatan itu Presiden SBY dalam pidato kuncinya, antara lain mengatakan agar negara-negara Asia Pasifik terus menjalin kerjasama regional yang lebih intensif, di antaranya kerjasama swasta antara negara di kawasan Asia Pasifik misalnya menfasilitasi hubungan perdagangan.
Presiden SBY juga mengatakan, selain hubungan dagang, juga yang tak kalah pentingnya membentuk kawasan pertumbuhan baru dengan negara – negara disekitar kita.
"Seperti kerjasama tingkat kawasan yang dibangun Indonesia dengan negara -negara yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Indonesia, seperti segitiga pertemuan ekonomi Indonesia, Malaysia, Brunei dan Filipina," kata Kepala Negara.
Walaupun sebagian besar negara tersebut tergabung dalam ASEAN yang menjadi wadah kerjasama ekonomi, lanjut Presiden SBY, namun tidak ada salahnya untuk membangun blok Ekonomi baru yang lebih spesifik.
"Sehingga kegiatan perekonomian di daerah sepanjang perbatasan bisa makin ditingkatkan,” imbuh Presiden.
UNESCAP didirikan di Shanghai, Cina pada tahun 1947 dan sekarang telah memiliki 62 anggota, dan memiliki catatan terpanjang dibanding institusi lainnya dalam mengidentifikasi dan menganalisa kecenderungan-kecenderungan ekonomi dan sosial di Asia dan Pasifik.
Pada pertemuan kali ini Unescap membahas beberapa isu antara lain mengenai implementasi Jakarta Declaration on MDGs, masalah pengentasan kemiskinan dan berbagai isu sosial lain. Yang tak kalah pentingnya dibahas adalah berbagai isu-isu terkait dengan pengelolaan globalisasi serta proses pembangunan di negara-negara yang memiliki ciri geografis khusus, seperti negara pantai, negara tidak berpantai, serta negara pulau kecil. (win)



