Berita Utama

Konferensi Pers Usai Memimpin Sidang UNESCAP

SBY: Kita Ingin Konkrit, Tidak Muluk-Muluk

Para peserta sidang Unescap foto bersama seusai pembukaan, Senin (10/4). (foto:abror/presidensby.info)
Para peserta sidang Unescap foto bersama seusai pembukaan, Senin (10/4). (foto:abror/presidensby.info)
Jakarta : Kita sepakat tidak ingin membikin suatu rencana yang muluk-muluk, yang ingin melakukan semua hal, padahal kenyataannya sulit diimplementasikan. Jadi, kita ingin benar-benar mewujudkan satu, dua agenda, tetapi konkrit.

Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonon, dalam konferensi pers, di Jakarta Convention Center, Senin (10/4). Konferensi Pers dilakukan SBY seusai memimpin sidang pertemuan UNESCAP selama sekitar satu setengah jam. Dalam Sidang UNESCAP tersebut, hadir 13 pemimpin negara-negara Pasifik atau representasinya.

Dalam konferensi pers, Presiden SBY menjelaskan butir-butir yang dihasilkan meskipun informal tapi sangat substantive Sidang UNESCAP.

“Pertama kami semua para pemimpin negara-negara yang hadir tadi, sekali lagi sungguh ingin meningkatkan kerjasama yang lebih konkrit, dan berharap Indonesia menjadi bahagian pemegang peran dalam kerjasama tersebut, ” jelas Presiden.

Hal kedua, lanjut SBY, menyangkut keinginan bersama untuk meningkatkan efektifitas UNESCAP dan pemimpin forumnya di masa mendatang.

“ Ketiga, kita fokus dan memberikan perhatian yang lebih pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), “ imbuh Presiden.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, pencapaian MDGs merupakan prioritas yang bisa dipenuhi sejauh mungkin pada tahun 2015.

“ Oleh karena itulah dibutuhkan suatu kerjasama yang konkrit, tidak usah terlalu banyak agenda tapi jalan, berjalan dengan baik, untuk menuju upaya pencapaian MDGs oleh masing-masing Negara. Kita juga membahas terutama keinginan dari para pimpinan pemerintahan atau reprensentasi negara-negara agar dengan Indonesia kerjasama itu bisa dilakukan lebih konkrit lagi,” kata Kepala Negara.

Dalam konteks itu SBY mengungkapkan kesediaan dan dukungan Indonesia terhadap ide tersebut.

“ Kami akan terus melanjutkan kerjasama di waktu akan datang, baik yang sudah kami jalankan ini, maupun yang dapat kami kembangkan di waktu akan datang. Kerjasama itu antara lain pelatihan bagi keahlian tertentu, kerjasama di bidang pertanian, Mikro Finance termasuk usaha kecil dan menengah, kerjasama di bidang pendidikan dan hal-hal lain. Yang sudah dijalankan dapat ditingkatkan” pungkas Presiden. (win)