Berita Utama

Presiden pada peringatan Maulid Nabi

Muhammad Sabar dan Lembut, Tetapi Tegas

Presiden SBY dan Ibu Ani diantara Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, Senin (10/4) malam di Istana Merdeka pada peringatan Maulid Nabi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani diantara Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, Senin (10/4) malam di Istana Merdeka pada peringatan Maulid Nabi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Istana Merdeka Senin (10/4) malam atau 12 Rabiul Awal 1427 H, menyebut Nabi sebagai orang yang sangat sabar, jujur, amanah, memegang janji, dan bertutur kata lembut kepada setiap orang.

"Sebab itulah dimasa muda, beliau mendapat julukan sebagai Al Amin, artinya orang yang dapat dipercaya. Namun ada masanya Rasulullah harus bersikap tegas apabila beliau berhadapan dengan kasus-kasus hukum dan keadilan," kata Presiden, pada acara yang juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pemimpin Lembaga Negara, sebahagian besar menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Duta Besar Negara Sahabat dan para undangan yang memenuhi ruangan tengah Istana Merdeka.

Dikatakan, “Sejarah mencatat beberapa kali Rasulullah memutuskan kasus – kasus hukum dengan tegas dan adil, dan beberapa kali pula terlibat memimpin peperangan. Perang adalah pilihan terakhir yang diambil ketika hak-hak sebuah bangsa dan sebuah masyarakat ditindas secara sewenang-wenang. Namun ajaran Islam melarang umatnya untuk melakukan agresi. Perang dilakukan hanya semata-mata untuk mempertahankan diri, menegakkan keadilan, serta menolak penindasan dan kekejaman. Perang bukan dilakukan sewenang-wenang untuk menindas kelompok-kelompok, apalagi menjajah bangsa lain,” kata Presiden SBY.

Ditambahkan, ahklak pribadi Rasulullah sangat fundamental untuk diteladani setiap pemimpin dalam masyarakat kita. "Kalau saja semua pemimpin diantara kita sejak dulu berperilaku jujur, amanah ,dan teguh memegang janji, mungkin sudah lama bangsa kita terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan,” kata Kepala Negara

Lebih jauh Presiden mengatakan, kalau kita semua berakhlak mulia dan amanah, tentu tidak akan terjadi penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang, termasuk korupsi dan kejahatan lainnya. "Kalau saja semua diantara kita bersikap sabar dan bertutur kata lembut terhadap sesama, mungkin tidak perlu banyak energi yang terbuang untuk menyelesaikan konflik dan ketegangan dalam masyarakat kita,” tambah Presiden SBY. Untuk itu Presiden SBY mengajak untuk bersama-sama bergerak maju menyelesaikan tantangan yang kita hadapi bersama. Kita mungkin saja berbeda, namun kita tetap bersatu dan saling hormat menghormati satu sama lain,” tambahnya.

Sebelumnya, Prof. DR.H.Yusny Saby, MA yang juga Rektor IAIN Ar-Raniri Banda Aceh menyampaikan ceramah Maulid Nabi dengan tema “Misi Kenabian Muhammad SAW.” Kata Prof Yusni, soal keteladanan Rasulullah diantaranya adalah membawa agama Islam sebagai agama damai, sikap pemaaf, tidak diskriminatif, pengakuan pada kesetaraan, sikap toleransi, tegas dalam penegakan hukum dan berjuang dengan istiqamah. (win)