Berita Utama

Presiden Buka Konferensi Interpol Asia

Tingkatkan Kerjasama Memberantas Korupsi

Presiden SBY dan Jacky Salaby (sebelah kiri SBY) dan peserta Konferensi Interpol Asia, Selasa (11/4) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Jacky Salaby (sebelah kiri SBY) dan peserta Konferensi Interpol Asia, Selasa (11/4) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Selasa (11/4) pagi membuka Konferensi ke 19 ICPO (International Criminal Police Organization), Interpol Regional Asia. Konforensi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini, kali ini diadakan di Jakarta selama tiga hari hingga tanggal 13 April mendatang, diikuti delegasi dari 54 negara, termasuk delegasi dengan status pengamat yang datang dari luar kawasan Asia.

Presiden tiba di Hotel Hilton pukul 9.00, disambut Kapolri Jenderal Pol.Sutanto dan Gubernur DKI Sutiyoso serta Presiden IPCO, Jacky Salaby. Dalam pidato pembukaan yang disampaikan Presiden setelah sambutan Sutanto dan Jacky Salaby, Presiden berharap agar Kepolisian Indonesia khususnya, dan Kepolisian Internasional pada umumnya, terus berperang melawan korupsi, berperang melawan narkotika, berperang melawan terorisme dan bentuk-bentuk kriminal lainnya seperti cyber crime.

Dijelaskan oleh Presiden, pembarantasan korupsi membutuhkan waktu yang lama karena masalah ini terkait dengan budaya. Meski demikian, Interpol tetap harus meningkatkan kerjasama dalam memberantas korupsi, karena korupsi berkaitan juga dengan usaha pencucian uang. Polisi harus meningkatkan kerjasama dalam memberantas korupsi agar tidak ada tempat bagi koruptor untuk menyimpan uang curian di mana pun, katanya.

Perang terhadap narkoba harus dilakukan, karena saat ini terdapat sekitar 200 juta atau 5 persen dari jumlah penduduk dunia yang mengkonsumsi narkoba, sedikitnya 1 kali dalam 12 bulan. Hal ini setara dengan 321 miliar dolar AS. "Kita tidak bisa membiarkan penjual narkoba merusak masa depan anak-anak kita," kata Presiden.

Sedang mengenai perang melawan teroris sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi yang baru saat ini adalah perang melawan kelompok terorisme yang makin canggih, sehingga membutuhkan taktik dan metode yang baik. "Saat ini teroris sudah menjadi masalah dan tantangan global, regional dan nasional. Karena teroris adalah ancaman jangka panjang, maka saya berharap kerjasama yang dibangun juga bersifat jangka panjang," kata Presiden SBY.

Seusai menyampaikan sambutan, Presiden didampingi Kapolri dan Presiden IPCO secara resmi membuka konferensi Interpol Asia ini dengan memukul gong lima kali.

Interpol (International Police Organization) bediri tahun 1923, dengan sekretariat berkedudukan di Lyon, Perancis. Saat ini Interpol beranggotakan 184 negara, sementara Interpol Asia beranggotakan 34 negara, termasuk negara-negara di kawasan Timur Tengah. Karena itulah dalam Konferensi ke 19 Interpol Asia yang diselenggarakan di Jakarta disediakan penerjemah untuk tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. (osa)