Berita Utama
Selasa, 11 April 2006, 13:42:23 WIB
Paul Wolfowitz Bertemu Presiden
Bank Dunia Optimis Perkembangan Ekonomi Indonesia
Presiden SBY dan Paul Wolfowitz, Selasa (11/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Mantan Dubes AS di Indonesia itu datang dengan tim lengkap, diantaranya Penasehat Senior Bank Dunia Karl Jackson, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Andrew Steer, Direktur Strategi dan Komunikasi Bank Dunia Kevin Kellems, Kepala Perwakilan International Finance Corporation di Indonesia German Vagarra, dan Direktur Eksekutif Bank Dunia mewakili Indonesia Herwidayatmo.
Sedang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima tamu-tamunya didampingi Menko Bidang Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mendag Mari E.Pangestu, Mentan Anton Apriyantono, Mendiknas Bambang Sudibyo dan Seskab Sudi Silalahi.
Inti pembicaraan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam itu membahas pertukaran pandangan kedua belah pihak. “Kita membicarakan masalah Aceh sampai dengan masalah-masalah perekonomian Indonesia, dan tentunya juga masalah dibidang kesejahteraan sosial termasuk flu burung,” kata Boediono di hadapan wartawan.
“Saya pernah tinggal lama di Indonesia dan setiap kali saya datang ke Indonesia selalu merasa seperti pulang kampung,” kata Paul Wolfowitz kepada wartawan, didampingi Menko Perekonomian Budiono dan Menkeu Sri Mulyani. Paul yang datang ke Indonesia sejak tanggal 5 April lalu menambahkan, “Kami juga mempunyai komitmen untuk bersama-sama dengan pemerintah Indonesia yang berusaha memperbaiki kehidupan warga masyarakat Aceh yang terkena dampak tsunami,” lanjut Paul.
Menjelaskan hasil pertemuannya dengan Presiden SBY, Paul mengatakan, bersama Presiden RI dirinya juga membahas proses pemberantasan kemiskinan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. “Masih banyak orang miskin di Indonesia, berarti masih banyak pula hal yang harus kita lakukan untuk memberantas kemiskinan,” kata Paul.
Hari Rabu (12/4), Paul Wolfowitz bersama rombongan akan ke Tangerang untuk bertatap muka dengan peternak unggas dan juga penduduk miskin setempat. Sejauh ini Bank Dunia di Indonesia sudah menyediakan dana sebesar 200 ribu Dollar AS untuk Komite Nasional Pemberantasan virus flu burung di Indonesia. (osa)



