Berita Utama
Selasa, 11 April 2006, 10:15:04 WIB
Presiden pada Pembukaan Konferensi Interpol Asia
Korupsi Musuh Utama Nomer Satu di Indonesia
Presiden SBY menjabat tangan Jacky Salaby, Presiden IPCO, disaksikan Kapolri Jenderal Pol.Sutanto, Selasa (11/4) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
“Indonesia sangat bangga dapat menjadi tuan rumah acara The 19th ICPO – Interpol Asian Regional Conference. Karena ICPO lah dunia yang kita tinggali menjadi lebih aman,” ujar Presiden. “Saya datang dari latar belakang militer, dan ada pepatah yang bilang bahwa suatu negara tidak dapat menjadi negara yang besar kecuali mempunyai kekuatan militer yang kuat. Itu mungkin benar, tapi saudara-saudara akan sepaham dengan saya apabila saya juga mengatakan bahwa suatu negara tidak dapat menjadi negara yang besar kecuali mereka mempunyai kekuatan kepolisian yang kuat. Masyarakat yang percaya dan yakin dengan kepolisian nasional biasanya menjadi indikator yang bagus bahwa mereka juga yakin dengan keadilan dan legal system di negaranya,” tambahnya.
Presiden juga mengharapkan kerjasama polisi untuk memerangi musuh masyarakat yang lainnya yaitu obat-obatan terlarang dan narkotika. Menurut data World Drug Report yang dikeluarkan oleh United Nations, lebih kurang 200 juta orang, atau 5 persen dari populasi global dengan umur 15 sampai 64 tahun mengkonsumsi obat-obatan terlarang setidaknya satu kali dalam 12 bulan. Sementara kantor UN yang menangani obat-obatan terlarang dan kejahatan memperkirakan total perdagangan obat-obatan itu mencapai 321 milyar Dollar Amerika, lebih besar daripada GDP yang diperoleh Indonesia.
“Kita tidak bisa membiarkan pengedar narkoba menghancurkan masa depan generasi muda kita karena saya melihat secara langsung rusaknya mental dan fisik seseorang karena narkoba,” lanjut Presiden Yudhoyono.
“Masa depan dan kehidupan aman para masyarakat di setiap negara sangat tergantung kepada kepolisian dan Interpol. Kami juga sangat bergantung kepada saudara-saudara sekalian untuk memasukkan koruptor, pengedar narkoba, teroris, pelaku illegal logging, penyelundup manusia dan penjahat-penjahat yang lainnya ke dalam penjara,” kata Presiden disambut tepuk tangan undangan. “ Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan the 19th ICPO- Interpol Asian Regional Conference,” ujar Presiden sambil memukul gong sebanyak lima kali.
Konferensi yang diikuti delegasi dari 54 negara berlangsung tiga hari sampai tanggal 13 April 2006. (osa)



