Berita Utama

SBY Kunjungai Bekas Sekolahnya

"Susilo itu Pakaiannya Paling Rapi..."

SBY bersama siswa-siswa SD Purwoasri 1, Pacitan, Kamis (13/4). (foto: abror/presidensby.info)
SBY bersama siswa-siswa SD Purwoasri 1, Pacitan, Kamis (13/4). (foto: abror/presidensby.info)
Pacitan: Pada hari kedua kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pacitan, Jatim, Kamis (13/4), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi SD Purwoasri yang berada di kecamatan Kebon Agung. Di sekolah ini rombongan disambut para murid dengan mengibarkan bendera Merah Putih.

Selain Ibu Negara dan putra Bungsi Edhie Bhaskoro, Presiden SBY juga didampingi Menteri PU Djoko Kirmanto, Menkes Siti Fadilla Supari, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Menbudpar Jero Wacik, Menkominfo Sofjan Djalil, Seskab Sudi Silalahi dan Gubernur Jatim Imam Utomo.


SD Purwoasri, adalah tempat dimana dahulu SBY pernah menuntut ilmu, dari kelas satu sampai kelas empat antara tahun 1956-1959. Tetapi kelas 5 dan 6 SBY pindah sekolah karena mengikuti ayahnya, almarhum R. Soekotjo yang bertugas sebagai Danramil. Di SR (Sekolah Rakyat) Purwoasri, SBY antara lain diajar oleh Bu Sri Banon, yang saat ini berusia 67 tahun. Bu Sri inilah satu-satunya guru SBY yang masih hidup.

Dalam acara dialog antara SBY dengan beberapa guru SD Purwoasri serta beberapa teman sekolahnya dahulu, Bu Sri Banon, dengan terbata-bata mengaku bahagia karena salah seorang bekas muridnya kini telah jadi presiden. "Dulu," katanya, "Susilo itu murid yang pandai, dan murid yang cara berpakaiannya paling rapi," katanya disambut tawa semua. Bu Sri berharap agar bekas muridnya itu menjadi pemimpin yang adil. Acara dialog memang cuma berlangsung 30 menit. tetapi amat banyak yang terungkap dan tertangkap dalam dialog yang amat mengharukan ini.

Seusai dialog, SBY memberi bantuan uang sebesar Rp 50 juta untuk perpustakaan sekolah dan perbaikan sarana kebersihan seperti tempat sampah dan pembangunan WC. Sedang Ibu Ani memberikan bantuan berupa buku-buku pelajaran dan peralatan mengajar.

Saat meninjau ruang-ruang belajar, SBY menyempatkan diri mengajar mata pelajaran geografi di kelas 6 yang mempunyai 14 siswa, dan ketika masuk ke kelas 5 yang mempunyai 24 siswa, Pak SBY mengajar matematika. (nnf)