Berita Utama

Cuaca Buruk

Pacitan - Madiun Lewat Darat

Pacitan: Akibat cuaca buruk, helikopter yang dinaiki Presiden SBY untuk terbang ke Lanud Iswahyudi, Madiun, akhirnya kembali lagi ke Pacitan, Kamis (13/4) siang. Tapi hal itu justru membawa hikmah. “Dengan jalan darat dari Pacitan ke Madiun lewat Ponorogo, saya bisa tahu keadaan sebenarnya daerah ini. Tidak apa-apa, mari kita lewat darat,” kata Presiden SBY.

Maka rombongan presiden pun bergerak menyusuri jalanan Pacitan – Ponorogo – Madiun. Padahal jalan yang menghubungkan Pacitan – Ponorogo, sebenarnya bukan jalan yang mudah dilewati. Selain sempit, jalanan juga meliuk-liuk di lereng-lereng perbukitan, dengan jurang cukup dalam di sisi jalan.

Ceritanya, sekitar pukul 12.20 WIB seusai meninjau MPS (mitra produksi sigaret) PT Putera Pacitan Indonesia Sejahtera di Desa Sidoharjo Kabupaten Pacitan, Jatim, Presiden dan rombongan menuju ke helipad di kota Pacitan, dan terbang dengan heli ke Lanud Iswahyudi Madiun, dimana pesawat kepresidenan sudah menunggu untuk selanjutnya membawa Presiden dan rombongan kembali ke Jakarta.

Tetapi setelah helikopter jenis Super Puma milik TNI-AU terbang selama 10 menit di atas perbukitan, tiba-tiba cuaca buruk. Awan hitam bergulung, dan hujan turun lebat sekali. Pilot heli, Letkol (Pnb) Supramono segera mengambil keputusan untuk kembali lagi ke Pacitan. SBY tidak keberatan, dan kembalilah heli yang juga membawa Ibu Negara, Edhie Bhaskoro, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Seskab Sudi Silalahi serta Gubernur Jatim Imam Utomo ke Pacitan.

Di sepanjang jalan, rombongan Presiden tentu menarik perhatian, dan masyarakat pun menyambut dengan lambaian tangan. Padahal, lewatnya rombongan ini sebenarnya tidak direncanakan. Jarak Pacitan - Ponorogo - Maidun akhirnya ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam. (nnf)