Berita Utama
Kamis, 13 April 2006, 13:20:37 WIB
Agenda Terakhir di Pacitan
Presiden Dialog dengan Nelayan Tamperan
Presiden SBY bersama Menteri Keluatan Freddy Number dialog dengan nelayan di TPI Tamperan, Pacitan, Kamis (13/4). (foto: abror/presidensby.info)
Di TPI Tamperan, Presiden menyimak penjelasan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numbery, yang memaparkan rencana pengembangan TPI dengan membangun bengkel dan pabrik es untuk membantu para nelayan dalam mengelola hasil tangkapan mereka. Saat ini, sarana yang sudah tersedia di TPI Tamperan adalah SPBN (tempat pengisian bahan bakar solar dan premium untuk nelayan), hasil kerjasama PT.Elnus Petrofin, KUD Mina dan LEPP M 3.
Pada kunjungan singkatnya di TPI Tamperan Presiden berdialog dengan para nelayan. Kata Presiden, pemerintah akan bekerja untuk meningkatkan kehidupan para nelayan. Untuk itu kepada para nelayan Presiden berpesan agar ikut menjaga fasilitas-fasiltas yang ada dan yang akan dibangun. “Apa yang dilakukan sekarang ini agar digunakan sebaik – baiknya, dan akan terus kita kembangkan, sehingga tempat yang indah ini bukan hanya tempat untuk mencari ikan tetapi juga dapat dikembangkan untuk tempat wisata. Dengan demikian, mudah-mudahan Pacitan yang kita cintai makin ke depan akan semakin maju, “ kata Presiden
Menteri Negara Koperasi dan UKM, Suryadarma Ali yang turut dalam dialog dengan para nelayan menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi mempunyai program untuk pemberdayaan nelayan. "Kami bersama - sama Menteri Kelautan dan Perikanan juga memperhatikan alat - alat tangkap, kapal, pabrik es dan sebagainya yang akan menunjang kerja nelayan,” katanya.
Usai dialog dengan para nelayan di TPI Tamperan, Presiden dan rombongan langsung meninggalkan Pacitan. Selain Meneg Koperasi dan Menteri Kelautan dan Perikanan, dalam rombongan Presiden tampak pula Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Sitti Fadila Supari, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri Agama Maftuch Basyuni, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, Menbudpar Jero Wacik, Menkominfo Sofjan Djalil, Seskab Sudi Silalahi dan Gubernur Jatim Imam Utomo. ( nnf )



