Berita Utama
Minggu, 16 April 2006, 17:18:55 WIB
Di Pulau Seribu
SBY Sedih dan Kecewa Melihat SD Kotor
SBY dan Ibu Ani di Kelurahan Kelapa, Kepulauan Seribu, Minggu (16/4). (foto: abror/presidensby.info)
Tepat pukul 09.15 Wib. Presiden SBY beserta Ibu Ani dengan speed boat merapat di dermaga kecil di Kelurahan Kelapa, disambut Bupati Adm Kepuluan Seribu Djoko Ramadhan beserta jajarannya. Dari dermaga rombongan kecil yang datang mengejutkan ini langsung menuju Sekolah Dasar 01 Pagi, Madrasah Al-Falah, Taman Kanak-kanak Samudera, dan Puskesmas Kelurahan Kelapa.
Pada kunjungan ke dua Sekolah tersebut, setelah Presiden SBY memasuki ruang kelas, ruang guru, dan kamar mandi, terlihat jelas wajah SBY sedih dan kecewa, melihat ruang-ruang ruang kelas penuh coretan, lantai kotor, meja dan kursi bernatakan, dan kamar mandi untuk murid yang sangat jauh dari bersih.
Hal ini membuat Presiden SBY mendadak memanggil para pejabat. "Mana Pak Bupati.. Mana Pak Camat, Kepala Sekolah dan guru. mana mereka," tanya SBY pada orang-orang sekelilingnya. Setelah mereka berdatangan, SBY pun berkata, " Saya sudah melihat ruang kelas, ruang guru, dan kamar mandi, kebersihannya perlu ditingkatkan lagi. Biasakan murid itu tidak membuang sampah seenaknya , tidak coret-coret seenaknya, supaya tidak menjadi biasa, coret-coret nanti dirumahnya, dikantornya, di kota-kota,” kata Presiden SBY.
“ Mengenai WC dan kamar mandi, ini saya lihat karena kesulitan air. Nanti sama-sama kita buat agar airnya lebih bagus. Yang paling penting , harus ada WC dan kamar mandi yang cukup, untuk guru ada, untuk murid ada. Dan airnya harus ada, tidak boleh bau, tidak boleh kotor. Mengapa ? Kalau anak kita sekolah di sini misalnya selama enam tahun, mereka biasa hidup bersih, kamar mandinya bersih, airnya ada, tidak bau, buang sampah tidak sembarangan, tidak coret-coret, dia akan menjadi putra bangsa yang budi pekertinya baik, disiplinnya baik, tanggung jawabnya baik dan Insya Allah itulah yang kita tuju,” kata Presiden. Presiden minta kepada mereka agar benar-benar membenahi SD ini.
Saat berkunjung ke Puskesmas, Presiden yang disambut Kepala Puskesmas dr. Balkis Damayanti mengaku merasa senang. Sebab kebersihan dan pelayanannya sudah bagus. Apalagi program biaya berobat gratis buat warga miskin (GAKIN) juga sudah berjalan. Hal ini diketahui setelah Presiden secara acak mewawancarai masyarakat miskin soal berobat gratis itu. Kemudian Presiden SBY juga mengunjungi TK Samudera, yang bangunannya sudah rapuh, dan atapnya banyak berlobang. Terakhir, Presiden dan rombongan menuju kantor Kelurahan Kelapa untuk dialog dengan masyarakat.
Sebelum meninggalkan kantor kelurahan, Presiden menyerahkan bantuan sebesar Rp 250 juta, Rp 150 juta diantaranya untuk pembenahan gedung SD, madrasah dan TK, sedang sisanya Rp 100 juta untuk pembenahan panti asuhan anak yatim dan pondok pesantren yang ada di Kelurahan kelapa.
Menurut Jubir Kepresidenan A.Mallarangeng, kunjungan Presiden ini memang tidak direncanakan, karena sambil berakhir pekan, Presiden ingin melihat bagaimana situasi masyarakat kepulauan, terutama melihat pelayanan publik. (win)



